AKIBAT HUKUM TERHADAP DEBITUR ATAS TERJADINYA FORCE MAJEURE (KEADAAN MEMAKSA)

Abstrak: Perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang  atau  lebih,  atas  dasar  mana  pihak  yang  satu  berhak  (kreditur)  dan  pihak  lain berkewajiban  (debitur)  atas  sesuatu  prestasi.  Pada  perikatan,  jika  debitur  tidak memenuhi  kewajibannya  secara  sukarela  dengan  itikad  yang  baik  dan  sebagaimana mestinya maka kreditur dapat meminta bantuan hukum agar ada tekanan kepada debitur supaya ia memenuhi kewajibannya. Force majeure diatur pada pasal 1244 KUHPerdata. Pasal  ini  mengenai  pembayaran  ganti  kerugian,  juga  terkait  dengan  masalah  beban pembuktian,  yaitu  apabila  terjadi  wanprestasi,  debitur  dihukum  membayar  ganti kerugian jika ia tidak dapat membuktikan bahwa terjadinya wanprestasi itu disebabkan oleh  keadaan  yang  tidak  terduga  atau  diluar  kemampuan  debitur.  Debitur  mempunyai kewajiban  untuk  melakukan  sesuatu,  tetapi  ternyata  debitur  tidak  memenuhi kewajibannya,  maka  timbul  kerugian  pada  debitur.  Tujuan  dari  penulisan  ini  adalah untuk  memahami  teori-teori  dalam  keadaan  memaksa  (force  majeure)  dan  untuk mengetahui  akibat  hukum  terhadap  debitur  atas  terjadinya  force  majeure.  Dengan menggunakan  metode  normatif,  ditemukan  kesimpulan  bahwa  terdapat  dua  teori mengenai  force  majeure  yaitu  teori  absolut  dan  teori  relatif.  Menurut  teori  absolut, debitur berada dalam keadaan memaksa, apabila pemenuhan prestasi itu tidak mungkin (ada  unsur  impossibilitas)  dilaksanakan  oleh  siapapun  juga  atau  oleh  setiap  orang. Sedangkan  menurut  teori  relatif  keadaan  memaksa  itu  ada,  apabila  debitur  masih mungkin melaksanakan prestasi, tetapi dengan kesukaran atau pengorbanan yang besar. Akibat dari kelalaiannya sehingga menyebabkan force majeure maka debitur tidak dapat melaksanakan  kewajibannya  sesuai  dengan  apa  yang  telah  diperjanjikan  dan  debitur harus mengganti kerugian yang terjadi.
Kata Kunci: akibat hukum, debitur, force majeure
Penulis: Putu Parama Adhi Wibawa, I Ketut Artadi
Kode Jurnal: jphukumdd140322

Artikel Terkait :