TAMBAK TERLANTAR SEBAGAI TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS MALARIA (Penyebab dan Penanganannya)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui akar masalah munculnya tempat perindukan nyamuk
Anopheles sebagai vector malaria, serta permasalahan sosial seputar pengelolaan
perindukan nyamuk di daerah endemis malaria. Penelitian dilakukan di Kecamatan
Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung. Focus pengamatan pada
tambak terlantar di desa Sukarame, Sukamaju, dan Kampung Baru. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan kuesioner, in dept interview, pengamatan, dan
studi literature. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persoalan tambak terlantar akibat adanya konflik
lahan, perijinan, pendidikan masyarakat yang rendah, kemiskinan serta peran serta masyarakat yang
rendah. Penanganan tambak terlantar dimulai dari menumbuhkan kesadaran seluruh
individu bahwa malaria merupakan permasalahan yang serius dan penanganan tambak
terlantar merupakan keniscyaan untuk memutuskan rantai penularan penyakit.
Menghidupkan tambak lagi dengan budi daya udang atau menggantinya dengan ikan
nila. Menerapkan prinsip kerjasama lintas sector, integrated, dan
sustainability dalam penanganan tambak terlantar.
Kata Kunci: Tambak Terlantar,
Daerah Endemis Malaria, Tempat Perindukan Nyamuk, Penyebab Munculnya Tambak
Terlantar, Penanganan Tambak Terlantar
Penulis: KHOLIS ERNAWATI, UMAR
F. ACHMADI, TRESNA P. SOEMARDI, HASROEL THAYYIB, SRI MUTIA R
Kode Jurna: jpkesmasdd120271