Strategi Rantai Pasok Sayuran Organik Berbasis Petani di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung

ABSTRAK: Lifesyle  sehat  dengan  slogan  "Back  to  Nature"  telah  menjadi  trend  baru  masyarakat.  Direktorat Pengolahan  dan  Pemasaran,  Departemen  Pertanian  di  Indonesia  telah  memprakarsai  program  "Go Organik  2010"  untuk  meningkatkan  mutu  kehidupan  dan  lingkungan  alam  Indonesia  dan  untuk mendorong pengembangan pertanian organik dan daya saing berkelanjutan. Supply Chain Management (SCM)  telah  mewakili  manajemen  keseluruhan  kegiatan  pertanian  yang  melibatkan  pengolahan, distribusi,  pemasaran,  hingga  produk  yang  diinginkan  kepada  konsumen.  Tujuan  penelitian:  (1) Mengidentifikasi  karakteristik  sayuran,  para  pelaku  rantai  pasokan,  dan  analisis  deskriptif  kondisi lingkungan  di  Pangalengan,  (2)  Mengidentifikasi  faktor  internal  dan  eksternal,  (3)  Perumusan  strategi dengan  matriks  Strength,  Weakneses,  Opportunities  dan  Threats  (SWOT),  (4)  Pemilihan  strategi prioritas. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan 10 responden dan  3  ahli.  Data  yang  digunakan  adalah  data  primer  dengan  wawancara  langsung,  data  sekunder  dan studi pustaka. Pemilihan alternatif strategi dilakukan dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP).  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pelaku  rantai  pasokan  sayuran  di  Pangalengan  adalah pemasok  benih,  petani,  pedagang/kolektor,  perusahaan,  penjual/eksportir,  pasar  luar  negeri,  pasar tradisional  dan  ritel/supermarket.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  keselamatan  sayuran  untuk konsumen  adalah  kekuatan  utama  dan  kelemahan  utamanya  terbatas  keuangan.  Selanjutnya, pendukung pemerintah adalah peluang besar dan ancaman utama adalah ketidakpastian iklim dan cuaca yang  mempengaruhi  produksi.  Berdasarkan  rumusan  strategis,  diperoleh  tujuh  strategi,  pertama  dan kedua  strategi  prioritas  terkait  dari  pemasaran,  yang  memperluas  pasar/distribusi  dan  meneliti perkembangan  di  pasar  sayuran  organik.  Ketiga  alternatif  strategi  yang  mendukung  pemerintah  yang berhubungan  strategi  pengawasan.  Selain  itu,  keempat  dan  kelima  alternatif  terkait  dengan  strategi keuangan,  yang  memantau  dan  mengawasi  harga  maka  penguatan  aspek  keuangan.  Keenam  dan ketujuh alternatif yang berkaitan dengan strategi manajemen produksi, sedang merencanakan pertanian yang lebih baik dan meningkatkan mutu, kuantitas dan kontinuitas produksi.
Kata kunci: sayuran organik, rantai pasok, strategi, nilai tambah, petani
Penulis: Siti Kipdiyah, Musa Hubeis dan Budi Suharjo
Kode Jurnal: jpmanajemendd130627
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<
Atau download gratis di bawah ini:

Artikel Terkait :