Kelayakan dan Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Patin di CV Mika Distrindo

ABSTRAK: Pengembangan  produksi  benih  ikan  Patin  memiliki  potensi  besar  untuk  memenuhi  permintaan pasar.  Hambatan  dan  kendala  yang  dihadapi  oleh  pembenih,  terutama  oleh  CV  Mika  Distrindo  adalah pada tahapan produksi sampai pemasaran. Tujuan penelitian: (1) Memperoleh informasi proses produksi pada kegiatan usaha; (2) Mengetahui kelayakan usaha pembenihan ikan Patin di CV Mika Distrindo; dan (3) Mendapatkan strategi pengembangan usaha pembenihan ikan Patin paling efektif dalam memperoleh hasil  maksimal.  Metode  analisis  dilakukan  dengan  (1)  Analisis  deskriptif  untuk  mengambarkan  proses produksi  dalam  pembenihan  ikan  Patin;  (2)  Analisis  kelayakan  usaha  menggunakan  pendekatan  net present  value  (NPV),  internal  rate  of  return  (IRR),  net  benefit  cost  (B/C)  ratio,  gross  benefit  cost  (B/C) ratio, pay back period (PBP), dan break even point (BEP); (3) Analisis lingkungan internal dan eksternal dievaluasi  dengan  matriks  internal  factor  evaluation  (IFE)  untuk  kekuatan  dan  kelemahan  serta  matriks external  factor  evaluation  (EFE)  untuk  peluang  dan  ancaman,  kemudian  di  gabungkan  dalam  matriks internal  external  (IE);  (4)    Analisis  SWOT  (strengths-weaknesses-opportunties-threats)  yang  memakai variabel  internal  dan  eksternal  perusahaan  untuk  memperoleh  alternatif-alternatif  prioritas  strategi  bagi pengembangan  usahanya;  dan  (5)  Analisis  Quantitative  Strategic  Planning  Matrix  (QSPM)  untuk pengambilan  keputusan  alternatif  prioritas  strategi  yang  tepat  dan  terbaik  untuk  diterapkan  bagi pengembangan  usaha  pembenihan  ikan  Patin  CV  Mika  Distrindo.  Indikasi  kelayakan  dari  segi  financial diketahui  dari  hasil  perhitungan  dengan  kebutuhan  biaya  investasi  Rp509.050.000  dan  rataan  biaya operasional Rp284.100.000 per tahun menghasilkan  nilai  NPV Rp516.660.510; IRR 21,42%; Gross B/C Ratio  5,57;  Nett  B/C  Ratio  4,05;  PBP  0,85  tahun  atau  10  bulan  5  hari  dan  BEP  pada  produksi  benih 2.698.006  ekor  atau  pada  nilai  penjualan  Rp539.601.139,60  (90%).  Dari  hasil  penjumlahan  skor  total matriks  IFE  dan  EFE  didapatkan  nilai  masing  masing  2,511  dan  2,565  (posisi  sedang).  Hasil  analisis SWOT  berupa  pemanfaatan  kemajuan  teknologi,  perluasan  jaringan  pemasaran,  penguatan  modal, peningkatan  volume  penjualan,  malakukan  kemitraan,  memanfaatkan  investor,  meningkatkan  loyalitas pelanggan,  mempertahankan  mutu  benih,  perbaikan  sistem  manajemen  dan  peningkatan  kerjasama dengan  stakeholder.  Implementasi  strategi  didapat  berdasarkan  perhitungan  matriks  QSP  adalah meningkatkan volume penjualan benih Ikan Patin.
Kata kunci: pembenihan ikan Patin, analisis kelayakan dan strategi pengembangan usaha
Penulis: Pindo Witoko, Rizal Syarief dan Sapta Raharja
Kode Jurnal: jpmanajemendd130628
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<
Atau download gratis di bawah ini:

Artikel Terkait :