Kelayakan dan Strategi Pengembangan Kemitraan KUB Petani Lidah Buaya di Kecamatan Beji, Depok
ABSTRAK: Keberhasilan Lidah
Buaya sebagai komoditas
bisnis pada pola
kemitraan, seperti antara
PT Kavera Biotech dan
kelompok usaha bersama
(KUB) petani Lidah
Buaya di Kecamatan
Beji, Depok memerlukan evaluasi
yang cermat. Tujuan
penelitian (1) mengkaji
bentuk usaha kemitraan,
(2) menganalisis kelayakan usaha, serta (3) menganalisis strategi
pengembangan usaha. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara,
serta menyebarkan kuesioner.
Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja
dengan pertimbangan lokasi
tersebut merupakan percontohan
untuk budi daya
Lidah Buaya. Kelayakan usaha
dinilai dengan metode
Payback Periode (PBP),
Net Present Value
(NPV), Benefit/Cost Ratio (BCR),
Internal Rate of Return
(IRR), dan Break
Event Point (BEP).
Analisis strategi pengembangan usaha menggunakan Tahap
Input (External Factor
Evaluation atau EFE
dan Internal Factor Evaluation
atau IFE), Tahap perpaduan (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats
atau SWOT dan Internal-External atau
IE), serta Tahap
Keputusan (Quantitative Strategic
Planning Matrix atau QSPM).
Hasil analisis menunjukkan
usaha Lidah Buaya
dengan pola kemitraan
berdasarkan Analisis I layak dilaksanakan di 6 KUB, sedangkan
berdasarkan Analisis II layak dilaksanakan di 5 KUB. Analisis I pada petani
yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah, atau di pot bahwa usaha ini layak dilaksanakan, sedangkan dengan
Analisis II untuk petani di KUB Tanah Baru dan Kemiri Muka usaha ini tidak layak
dilaksanakan. Sementara itu,
pemanfaatan lahan terlantar
di KUB Pondok
Cina dan Tanah Baru
berdasarkan Analisis I
dan II usaha
ini layak dilaksanakan.
Petani yang memanfaatkan
lahan pekarangan rumah atau di pot dengan penanaman skala kecil (< 100 tanaman), skala sedang
(100-199 tanaman), dan skala
besar (200-399 tanaman),
serta petani yang
berusaha di lahan
terlantar dengan penanaman skala
sempit (300-399 tanaman),
skala sedang (400-499
tanaman), dan skala
luas (> 500 tanaman) berdasarkan Analisis I dan II
layak dilaksanakan. Hasil analisis strategi pengembangan usaha yang terbaik
adalah perlunya meningkatkan
produktivitas dalam memanfaatkan permintaan
bahan baku Lidah Buaya yang semakin meningkat. Implementasi strategi
dilakukan dengan mengembangkan usaha tani dan pendukungnya secara efektif dan
efisien.
Penulis: Puty Yousnelly, Nora
H. Pandjaitan dan Budi Purwanto
Kode Jurnal: jpmanajemendd130629
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<