Adopsi Teknologi Budi Daya dan Strategi Pengembangan Perkebunan Karet Rakyat di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara
ABSTRAK: Indonesia memiliki
luas perkebunan karet terluas di dunia, namun produktivitasnya masih sangat rendah. Perkebunan
karet di Indonesia
sekitar 85% adalah
milik rakyat, sebagian
besar tingkat adopsi terhadap teknologi
budidayanya masih rendah.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi karakteristik
internal dan eksternal yang sangat mempengaruhi tingkat adopsi petani terhadap teknologi budi daya
karet, serta menghasilkan
rumusan strategi pengembangan
pengelolaan perkebunan karet rakyat
di Kecamatan Teweh
Tengah Kabupaten Barito
Utara. Pengolahan dan
analisis data dilakukan dengan analisis
statistika secara deskriptif
dan inferensia dengan
menggunakan tabel distribusi persentase, analisis
statistik Khi-kuadrat, analisis
korespondensi dan analisis
logit. Secara deskriptif tingkat adopsi
petani karet 54%
rendah, 40% sedang
dan 6% tinggi.
Uji khi-kuadrat memperlihatkan adanya keterkaitan
antara tingkat adopsi
dengan Jenis kelamin,
umur, kursus/pelatihan, kegiatan Mencari Informasi teknologi budi
daya, Dukungan Penyuluhan, Dukungan Kelompok Tani dan Dukungan Pemerintah.
Hasil analisis Logit Metode Stepwise memperlihatkan ada dua variabel
karakteristik internal dan
eksternal yang sangat
mempengaruhi tingkat adopsi
teknologi budi daya
karet, yaitu Dukungan Kelompok Tani
dan Kegiatan mencari
Informasi Teknologi Budi
Daya. Strategi pengembangan pengelolaan perkebunan
karet sebaiknya berbasiskan
pada penumbuhan, penguatan
dan pengembangan Kelompok tani
(Poktan). Adanya dukungan
kelompok tani dapat
menumbuhkan proses peningkatan informasi
dan keterampilan bagi
petani. Strategi pengembangannya meliputi
Penumbuhan dan pengembangan kelembagaan, serta Peningkatan dan
pengembangan informasi bagi kelompok
tani.
Penulis: Nurul Huda, Budi
Suharjo dan Ani Suryani
Kode Jurnal: jpmanajemendd130630
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<