Strategi Pengembangan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Dalam Pembiayaan Usaha Mikro di Kecamatan Tanjungsari, Sumedang

ABSTRAK: Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) sebagai lembaga keuangan mikro syariah memiliki peran strategik  dalam  perluasan  lapangan  kerja  dan  mengurangi  kemiskinan.  KJKS  berperan  sebagai  agent  of asset distribution untuk memberdayakan ekonomi  masyarakat, melalui kegiatan baitul maal yang berfungi sebagai lembaga sosial dan baitul tamwil sebagai lembaga bisnis dengan pola syariah. Tujuan penelitian adalah  (1)  Mengidentifikasi  aspek-aspek  yang  dimiliki  KJKS;  (2)  Mengidentifikasi  faktor  internal  dan eksternal yang dapat menunjukkan posisi Koperasi dan peluangnya; (3) Menyusun rumusan dan alternatif strategi yang tepat untuk pengembangan KJKS. Metode pengumpulan data primer dan sekunder melalui studi  pustaka, observasi  lapangan, kuesioner,  kertas kerja  dan wawancara  dengan  pendekatan keahlian (pengurus/pengelola  dan  pakar).  Teknik  dan  pengolahan  data  menggunakan  analisis  deskriptif,  baik normatif  (sesuai  aturan  syariah  dan  perundang-undangan),  kualitatif  (menggambarkan  profil,  produk  dan proses  kegiatan  usaha  KJKS,  menggambarkan  matriks  Internal  Factor  Evaluation  (IFE),  External  Factor Evaluation  (EFE),  Internal-External  (IE),  Strengths,  Weaknesses,  Opportunities  and  Threats  (SWOT), Quantitative  Strategic  Planning  Matrix  (QSPM),  serta  kuantitatif  (melakukan  tabulasi  perhitungan  atas penilaian  kesehatan  dan  pembobotan  atas  IFE,  EFE,  dan  IE).  Setelah  dilaksanakan  pembobotan  dan skoring  melalui  matriks  IFE  (3,14)  dan  EFE  (2,92)  serta  pengelompokan  strategi  dengan  menggunakan matriks  I-E,  diperoleh  hasil  bahwa  KJKS  BMT  Mardlotillah  berada  pada  posisi  Pengembangan  dan Pembangunan.  Strategi  tersebut  disusun  untuk  mencapai  kondisi  pertumbuhan  permodalan,  aset  dan penyaluran  pembiayaan  bagi  usaha  mikro  anggota  koperasi.  Strategi  Pengembangan  KJKS  BMT Mardlotillah  yang  dihasilkan  dari  matriks  SWOT  dan  QSP  diperoleh  lima  prioritas    strategi  yang disarankan, yaitu (1) Peningkatan mutu layanan dan pengelolaan usaha sesuai syariah; (2) Meningkatkan pencitraan  koperasi  melalui  peningkatan  pengawasan  internal  dan  akuntabilitas  laporan  keuangan;  (3) Meningkatkan  mutu  SDM  yang  handal  dan  tangguh;  (4)  Menjalin  hubungan  baik/kemitraan  dengan lembaga  keuangan/donor;  dan  (5)  Optimasi  pelayanan  dan  pembinaan/pendampingan  usaha  anggota untuk memotivasi loyalitas dan minat menabung anggota.
Kata kunci: KJKS BMT, pembiayaan usaha mikro, strategi pengembangan
Penulis: Pristiyanto, Mochamad Hasjim Bintoro dan Soewarno Tjokro Soekarto
Kode Jurnal: jpmanajemendd130626
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<
Atau download gratis di bawah ini:

Artikel Terkait :