RESIKO SUNAT PEREMPUAN

Ada beberapa Resiko Sunat Perempuan. Menurut Koblinsky (1997) Resiko yang timbul akibat sirkumsisi pada wanita dapat berupa perdarahan, tetanus, infeksi yang disebabkan oleh alat yang digunakan tidak steril, dan syok karena rasa nyeri saat dilakukan tindakan tanpa anastesi.
Dalam pandangan medis kegiatan sunat pada perempuan dapat membahayakan, karena menyangkut menghilangkan alat vital pada perempuan. Dari tindakan sunat perempuan dapat mengakibatkan komplikasi yang bersifat jangka panjang pada perempuan seperti: Kesulitan menstruasi, infeksi saluran kemih kronis, kemandulan, disfungsi seksual, kesulitan saat hamil dan persalinan, dan meningkatkan resiko tertular HIV.  Selain berdampak secara medis, sunat perempuan juga dapat menimbulkan dampak yang bersifat psikoseksual, psikologis, dan sosial (Gani, 2007).
Ditinjau dari segi medis dan kesehatan, sunat perempuan tidak ada manfaat dann kegunaan. Berbeda dengan dengan sunat yang dilakukan pada laki- laki yaitu berguna untuk menjaga kebersihan dari alat kelamin luar (Juli, 2006).
Sehubungan dengan masalah tersebut, sebaiknya dilakukan program edukasi tentang sunat pada anak perempuan di masyarakat. Namun, tentu harus mempertimbangkan faktor budaya dari masyarakat setempat (Taufiq, 2010).

Artikel Terkait :