Pengaruh Karakteristik dan Perilaku UKM, serta Sistem Pembiayaan Terhadap Penyaluran Pembiayaan BNI Syariah

ABSTRAK: Pasca terjadinya krisis ekonomi, jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) tercatat sebanyak 42,4 juta unit pada 2003 atau naik 9,5 % dari tahun 2000 dan mampu menyerap 79 juta pekerja. Pada saat yang sama,  perbankan  Syariah  menemukan  momentum  kembali  untuk  berkembang,  yaitu  dikenal  sebagai konsep  yang  tidak  mengenal  negatif  spread  dan  adanya  fatwa  Majelis  Ulama  Indonesia  (MUI)  yang mengharamkan  bunga  bank.  Porsi  penguasaan  pasar  aset  perbankan  syariah  1,20%  dan  besarnya pembiayaan yang disalurkan per November 2003 mencapai Rp5.466,4 Miliar, serta didominasi oleh jenis pembiayaan  Murabahah  Rp3.893,1  Miliar  (71,2%).  Secara  umum  pembiayaan  syariah  dilakukan  atas dasar  prinsip  bagi  hasil  (profit  sharing)  dan  marjin. Prinsip  bagi  hasil  yang  paling  banyak  dipakai  dalam perbankan  syariah  adalah  musyarakah  dan  mudharabah.  Prinsip  marjin  dilakukan  dalam  bentuk-bentuk akad jual beli dan  yang banyak dikembangkan dalam perbankan syariah adalah  murabahah, salam dan istishna.  Penelitian  ini  bertujuan  mengkaji  karakteristik  dan  perilaku  UKM  yang  berpengaruh  terhadap pola  pembiayaan,  mengkaji  kendala-kendala  penerapan  sistem  pembiayaan  dengan  pola  bagi  hasil, menentukan  pola  pembiayaan  yang  paling  sesuai  dengan  karakteristik  UKM  diantara  berbagai  pola pembiayaan perbankan syariah serta menyusun strategi BNI Syariah dalam meningkatkan pangsa pasar dan  menghadapi  persaingan  di  industri  perbankan  syariah.  Analisis  dilakukan dengan  metode  deskriptif kualitatif,  tabulasi  silang,  khi  kuadrat  dan  analisis  strenghts,  weaknesess,  opportunities  dan  threats (SWOT). Dari hasil pengisian kuesioner pada para nasabah BNI Syariah didapatkan bahwa pembiayaan kepada  UKM,  BNI  Syariah  sesuai  dengan  sistem  Murabahah  (87,86%);  BNI  Syariah  lebih  menentukan penyaluran  pembiayaan  kepada  UKM  dengan  pola  Murabahah  (82%);  serta  terdapat  kendala  dalam menerapkan pola bagi hasil adalah 86%. Berdasarkan hasil analisis Khi kuadrat dan frekuensi hasil yang berbeda  tiap  kelas  didapatkan  karakterisitik  dan  perilaku  UKM  yang  setuju  dengan  sistem  pembiayaan pola  murabahah  sangat  nyata.  Karakteristik  dan  perilaku  UKM  yang  setuju  dengan  perbankan  syariah lebih  menentukan  penyaluran  pembiayaan  kepada  UKM  dengan  pola  murabahah  adalah  sangat  nyata pada  khi  kuadrat  hitung.  Karakteristik  dan  perilaku  UKM  yang  setuju  terdapat  kendala  bagi  perbankan syariah  dalam  menerapkan  pola  bagi  hasil  adalah  sangat  nyata.  Dari  hasil  analisa  SWOT  didapatkan strategi:  strategi  SO  dengan  membuka  cabang  untuk  meningkatkan  pangsa  pasar,  mengubah  persepsi terhadap  bunga  bank,  menjalin  kerjasama  dengan  Islamic  Development  Bank  (IDB);  strategi  WO meningkatkan  mutu  pelayanan,  Anjungan  Tunai  Mandiri  (ATM)  dan  teknologi,  merekrut  tenaga  ahli syariah  dan  mengembangkan  produk;  strategi  ST  dengan  coorporate  image  sebagai  institusional positioning,  meningkatkan  keterampilan,  mempermudah  prosedur  dan  proses;  strategi  WT  menjalin kerjasama  dengan  pesaing,  meningkatkan  pemasaran  produk  dan  kewenangan  memutus  pembiayaan. Hal  yang  paling  memungkinkan  adalah  membuka  cabang-cabang  BNI  Syariah  di  daerah  potensial (sepuluh cabang) dengan penambahan variasi produk sesuai dengan kebutuhan nasabah, seperti produk valuta asing.
 Kata kunci: bagi hasil, perbankan syariah, strategi, UKM
Penulis: Setyo Susilo, Musa Hubeis dan Budi Purwanto
Kode Jurnal: jpmanajemendd120497
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<
Atau download gratis di bawah ini:

Artikel Terkait :