Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerapan Cara Produksi yang Baik dan Standar Prosedur Operasi Sanitasi Pengolahan Fi ll et Ikan di Jawa
ABSTRAK: Dalam upaya
meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan, khususnya fillet ikan, Direktorat Jenderal
Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Perikanan, Kementerian
Kelautan dan Perikanan memperkenalkan Good
Manufacturing Practices (GMP)
atau Cara Produksi
yang Baik (CPB)
dan Sanitation Standard Operating
Procedures (SSOP) atau
Standar Prosedur Operasi
Sanitasi (SPOS) pengolahan fillet
ikan kepada para pengolah, termasuk yang ada di Jawa. Saat ini, beberapa pengolah yang sebelumnya
menerapkan CPB dan
SPOS pengolahan fillet
ikan berhenti menerapkannya. Tujuan kajian ini adalah untuk menemukan
semua faktor yang mempengaruhi kelangsungan proses penerapan GMP dan
SSOP fillet ikan
dan untuk melihat
kondisi terbaru dari
penerapan GMP dan
SSOP di pabrik pengolahan fillet
yang tidak melanjutkan
(BM). Pengolahan dan
analisis data menggunakan
metode deskripsi dan analisis
pra-syarat. Responden penelitian
ini adalah 26
pabrik pengolahan ikan
fillet di Jawa yang
terbagi atas 15
pabrik pengolahan ikan
fillet yang tidak
melanjutkan penerapan GMP
dan SSOP (BM) dan
11 pabrik pengolahan
fillet ikan yang
masih melanjutkan aplikasi
(LM). Faktor-faktor yang mempengaruhi
kelangsungan penerapan GMP
dan SSOP di
pabrik pengolahan fillet
ikan yang tidak melanjutkan
aplikasi (BM) dapat
dibagi menjadi faktor
internal yaitu kurangnya
pendidikan (73%), dan kurangnya
pengalaman (100%), faktor-faktor eksternal yaitu kurangnya kebijakan pemerintah
dalam sosialisasi (66,66%), kurangnya air portabel (87%) dan pasokan es (67%),
kurangnya sistem rantai dingin fasilitas
(74%), kurangnya kebijakan
pemerintah dalam pelatihan
(60%), pemantauan (80%),
kurangnya penegakan rendah (86%),
tidak ada kebutuhan
pasar (100%), dan
karakteristik faktor inovasi yang
ada keuntungan relatif dalam
melaksanakan GMP dan
SSOP (86,67%), tidak
kompatibilitas (80%), kompleksitas
GMP dan SSOP (73,33%). Berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor yang
mempengaruhi keberlanjutan penerapan CPB dan SPOS di 15 pabrik pengolahan ikan
fillet yang tidak melanjutkan (BM), memiliki
penerapan CPB dan
SPOS pengolahan fillet
ikan yang sangat
buruk. Hal ini
dapat dilihat dari besarnya jumlah penyimpangan minor dan
mayor yang terjadi serta masih adanya
penyimpangan serius dan kritis melebihi dari batas yang ditentukan.
Dalam rangka mendorong penerapan GMP dan SSOP di 15 pabrik
pengolahan ikan fillet
yang tidak melanjutkan
aplikasi (BM), disarankan
untuk meningkatkan sosialisasi, pembinaan,
pelatihan, pemantauan dan
teknis dalam lokus khusus, memfasilitasi air
dan es pasokan, menjalankan
penerapan GMP dan
SSOP dalam produk
perikanan di pasar
domestik, serta meningkatkan pendidikan
mengenai pentingnya penerapan
GMP dan SSOP
dalam industri fillet
ikan kepada publik.
Kata kunci: faktor eksternal,
faktor internal, karakteristik faktor inovasi, ikan fillet, GMP dan SSOP
Penulis: Budi Yuwono,
Fransiska R. Zakaria dan Nurmala K. Panjaitan
Kode Jurnal: jpmanajemendd120498
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<