HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KONSUMSI BATANG ROKOK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI
Abstrak: Merokok merupakan
salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dari segi
kesehatan, tidak ada satu titik yang menyetujui atau melihat manfaat yang
dikandungnya. Namun tidak mudah untuk menurunkan terlebih menghilangkannya.
Karena itu gaya hidup ini menarik sebagai suatu masalah kesehatan, minimal
dianggap sebagai faktor risiko dari berbagai macam penyakit, misalnya
hipertensi. Di semua tempat banyak yang merokok. Daerah pedesaan, kebanyakan
rokok yang dikonsumsi adalah jenis sigaret kretek Penduduk Desa Gunung Simo
Boyolali mempunyai kebasaan merokok dengan jumlah rata-rata 8-12 batang per
hari dan didukung data Puskesmas Simo tahun 2010 penderita hipertensi sebanyak
253. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah konsumsi
batang rokok dengan tingkat hipertensi di Dukuh Candi Desa Gunung Kecamatan
Simo Kabupaten Boyolali.
Metode penelitian berupa kuantitatif dengan korelasi analitik. Sampel
menggunakan quota sampling sejumlah 30 pada masyarakat yang menderita hipertensi
dengan merokok. Instrumen penelitian menggunakan check list. Analisa
menggunakan uji Spearman Rank, dibantu program komputer SPSS versi 16.
Hasil: Ada hubungan antara jumlah konsumsi batang rokok dengan tingkat
hipertensi dengan rhitung>rtabel (0,463>0,361) atau nilai p : 0,010 <
0,05 pada signifikansi 95%.
Kesimpulan: terdapat hubungan antara jumlah konsumsi batang rokok dengan
tingkat hipertensi di Dukuh Candi Desa Gunung Kecamatan Simo Kabupaten
Boyolali.
Penulis: Ida Untari
Kode Jurnal: jpkesmasdd130002