APLIKASI FITOREMEDIASI LIMBAH JAMU DAN PEMANFAATANNYA UNTUK PRODUKSI PROTEIN
ABSTRAK: Industri jamu di
Indonesia berkembang dengan pesat. Meningkatnya jumlah industri jamu
berpengaruh terhadap kenaikan limbah yang dihasilkan, yang biasanya secara
normal diproses dalam bak anaerobik menggunakan proses kimia dan biologi. Namun
proses tersebut tidak ekonomis dan karena itu metode alternatif menggunakan
sumber alami sangat dibutuhkan. Fitoremediasi adalah metode yang ramah
lingkungan untuk mengurangi kontaminan menggunakan tanaman. Metode ini
menggunakan tanaman air untuk menurunkan kadar COD dan nutrien yang terkandung
dalam limbah jamu. Selama limbah mempunyai kandungan nutrien yang tinggi,
sangat potensial untuk dijadikan media pertumbuhan alga Spirulina. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan variasi jenis tanaman (eceng gondok
dan teratai) pada penurunan kontaminan dan mencari komposisi nutrien yang
optimal dari media pertumbuhan mikroalga. Fitoremediasi dilakukan 3-8 hari dan
tinggi dari cairan pada reaktor dijaga konstant 5 cm. Efluen dari fitoremediasi
kemudian digunakan untuk kultivasi Spirulina denga waktu kultivasi 15 hari.
Nutrien eksternal ditambahkan setiap 2 hari dan konsentrasi biomass diukur
dengan optical density-nya. Spirulina tumbuh dengan baik pada limbah jamu yang
telah difitoremediasi menggunakan teratai selama 3 hari dan mempunyai rasio CNP
sekitar 57,790 : 9,281 : 1 dengan laju pertumbuhan 0,271/hari.
Penulis: H HADIYANTO, M
CHRISTWARDANA
Kode Jurnal: jpkesmasdd120254