TEKNIK BIOREMEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

ABSTRAK: Walaupun  telah diberlakukan berbagai macam kebijakan dan peraturan terkait dengan pengendalian pencemaran air, namun penurunan kualitas badan air masih terus berlangsung. Hal ini disebabkan karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum maupun teknologi pengendalian pencemaran air yang  berbasis pembubuhan bahan kimia masih belum bisa memenuhi kriteria yang diberlakukan.  Tulisan ini menguraikan proses bioremediasi  sebagai alternatif dalam upaya  pengendalian pencemaran air, meliputi: isolasi, pengujian  degradasi zat pencemar,  dan perbanyakan bakteri.  Hasil isolasi dan identifikasi yang berasal dari “bakteri indigenous”  didapatkan: Microccocus, Corynebacterium, Phenylo- bacterium, Enhydro- bacter, Morrococcus, Flavobacterium, Bacillus, Staphylococcus, dan Pseudomona, yang dapat mendegradasi logam Pb, nitrat, nitrit, bahan organik, sulfida, kekeruhan, dan amonia. Sedangkan dari   bakteri “commercial product”   didapatkan jenis: Bacillus, Pseudomonas, Escherichia, serta enzym Amylase, Protease, Lipase, Esterase, Urease, Cellulase, dapat mendegradasi pencemar organik, nitrogen, fosfat, maupun kontrol pertumbuhan alga. Perbanyakan bakteri dari isolat bakteri indigenous dapat dikerjakan di laboratorium sedangkan bakteri “commercial product”  bisa didapatkan di pasaran umum.
Kata Kunci: bioremediasi, isolasi, pengujian,   identifikasi,  perbanyakan bakteri
Penulis: BAMBANG PRIADIE
Kode Jurnal: jpkesmasdd120255

Artikel Terkait :