ANALISIS KINERJA ARMADA DENGAN KINERJA KORPORAT PADA PERUSAHAAN PELAYARAN PENGANGKUT MINYAK
Abstract: Artikel ini
memodelkan hubungan kinerja
armada dengan kinerja
korporat pada perusahaan pelayaran
pengangkut minyak. Acapkali
perusahaan menghadapi
berbagai kendala ketika
akan mengimplementasikan strategi.
Pada umumnya disebabkan
oleh hambatan visi,
operasional, personil dan manajemen. Hambatan
ini berbeda-beda antara
satu perusahaan dengan perusahaan lainnya,
meskipun
perusahaan-perusahaan tersebut mengoperasikan armada
kapal yang identik
(sister ships), tetapi
kinerja operasionalnya
sangat mungkin akan
berbeda. Hal ini akan berimbas
pada perbedaan kinerja finansial korporat. Hipothesis yang ditetapkan
adalah kinerja agregat suatu perusahaan
pelayaran berhubungan erat
dengan kinerja operasional armada
kapal. Sedangkan, kinerja operasional armada kapal adalah hasil gabungan dari
peningkatan komitmen dan kemampuan perusahaan dalam manajemen operasional yang
bersifat intangible. Dalam
studi ini, digunakan instrumen pengukuran
kinerja menurut konsep
Balance Scorecard (BSC) sebagai
salah satu teknik
manajemen untuk mengelola
intangible assets.
Analisis yang dilakukan adalah mempelajari hubungan antar perspective,
yaitu antar learning & growth, internal, customer, dan financial. Sebagai
perusahaan pelayaran yang berbasis
aset, maka pemegang saham
sangat peduli pada Return
on Total Assets
(ROTA). Untuk itu
dituntut penerapan strategi pertumbuhan pendapatan dan
peningkatan produktivitas. Strategi pertumbuhan pendapatan dapat
diperoleh apabila pada
perspektif pelanggan tumbuh kepercayaan karena kehandalan
(realibility) dan kewajaran tingkat harga (price sensibility). Sedangkan,
peningkatan produktivitas diperoleh dari kepercayaan pelanggan akibat
operasionalisasi armada dengan
cepat (speedy) dan
aman (security). Kepercayaan pelanggan
ini merupakan hasil
perubahan kinerja operasional
dalam bentuk perbaikan pada commision days, load factor, Round Trip Days,
dan safety. Perbaikan
kinerja itu semua
dimungkinkan karena proses pembelajaran
dan pertumbuhan organisasi,
mampu dalam membina sumber daya manusia, transformasi
informasi, dan budaya kerja. Selanjutnya, pengujian terhadap hubungan antar
kinerja ini dilakukan dengan menggunakan data serta asumsi tertentu dan
diselesaikan dengan teknik simulasi monte carlo.
Berdasarkan analisis contoh
numerik dapat diketahui
adanya hubungan yang erat
antara kinerja operasional
dan kinerja finansial
korporat. Dengan demikian, metoda
Balance Scorecard dapat ”menterjemahkan” visi perusahaan kedalam strategi
aksi, sekaligus membantu
manajemen dan pekerja
untuk mengevaluasi bagaimana kontribusinya terhadap tujuan korporat.
Kata kunci:
kinerja armada, kinerja
korporat, intangible assets,
Balance Scorecard, peta strategi,
port time, Return
on Total Assets, Price Sensibitlity, Round Trip Days, manajemen
operasional, dan teknik simulasi monte carlo
Penulis: Tri Achmadi, Ibrahim
Hasyim
Kode Jurnal: jpmanajemendd070071
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<