Preservasi Fertilitas Terkait Teknik Reproduksi Berbantu pada Kanker Ginekologi

ABSTRAK: Insiden terjadinya kanker ginekologi meningkat seiring waktu dan cenderung lebih sering pada wanita dengan usia yang lebih muda. Sementara  itu  tingkat  survival  lima  tahun  meningkat  yang  menyebabkan  kesempatan  memiliki  anak  bertambah pula.  Dipihak  lain, terapi  kanker  itu  sendiri  berpotensi  menghancurkan  organ  ginekologis  terutama  ovarium,  uterus  dan  vagina  yang  menyebabkan persoalan  fertilitas,  kelainan  seksual  stabil  dan  efek  psikologis  yang  memanjang.  Sehingga  preservasi  fertilitas  melalui  operasi konservatif  merupakan  pilihan  pertama.  Kemo/radioterapi  dapat  menekan  dan  merusak  folikulogenesis/oogenesis  dan steroidogenesis, dan menopause dini dimana fungsi tersbut pulih dalam 12 bulan post terapi. Pilihan obat-obatan kemoterapi harus mempertimbangkan terhadap efek-efek ovarian. Efek radioterapi dapat diminimalisir dengan teknik dan dosis total dan oophorexis. Lebih  jauh,  teknik  reproduktif  dipilih  terbatas  pada  korteks  ovarium,  oosit  dan  pemeliharaan  embrio  dilakukan  pada  terapi  post kanker.  Donasi  oosit  dan  transplantasi  uterus/ovarian  memungkinkan  di  masa  depan.  Sementara  itu,  teknik  vitrifikasi  mempunyai masa depan yang menjanjikan dengan tingginya tingkat keberhasilan prosedur tersebut. Gineko-onkologist, mendampingi ekspertis reproduktif  dan  radioterapist  dapat  bekerjasama  untuk  menjawab  pertanyaan  bagaimana  seorang  wanita  yang  menderita  kanker ginekologis dapat memiliki anak.
Kata kunci: preservasi fertilitas, teknik reproduktif berbantu, kanker ginekologis
Penulis: Ketut Suwiyoga
Kode Jurnal: jpkedokterandd130050

Artikel Terkait :