PERBANDINGAN PERUBAHAN KEPEKAAN Staphylococcus aureus ATCC 25923 PADA PEMAPARAN AMOKSISILIN-ASAM KLAVULANAT DAN ERITROMISIN KADAR SUBINHIBISI IN VITRO
ABSTRAK: Staphylococcus aureus
merupakan organisme penyebab
infeksi yang dapat menyebar luas. Terapi untuk infeksi oleh S.
aureus diantaranya adalah antibiotik amoksisilin-asam klavulanat
atau eritromisin. Telah
dilaporkan adanya resistensi
pada kedua antibiotik tersebut
dan salah satu
penyebabnya adalah akibat
pengaruh antibiotik kadar subinhibisi.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui ada
tidaknya perubahan kepekaan pada
S. aureus ATCC 25923 pada pemaparan amoksisilin-asam klavulanat dan eritromisin kadar
subinhibisi dan membandingkan
waktu yang diperlukan
yang dapat menimbulkan perubahan
kepekaan. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental, menggunakan rancangan
acak lengkap, terdiri
dari 14 perlakuan
antibiotik berdasarkan lama pemaparan
dan pengulangan sebanyak
3 kali. Metode
ujinya adalah metode
difusi Kirby Bauer. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perubahan kepekaan pada S. aureus
ATCC 25923 setelah
dipaparkan pada antibiotik
kadar subinhibisi, dan
pada pemaparan antibiotik amoksisilin-asam klavulanat
memerlukan waktu lebih
cepat untuk menimbulkan perubahan
kepekaan dibandingkan dengan
pemaparan kadar subinhibisi eritromisin. Hasil
uji Mann-Whitney menunjukkan
terdapat perbedaan bermakna
antara pemaparan
amoksisilin-asam klavulanat dan
eritromisin kadar subinhibisi
in vitro (p = 0,025). Dapat
disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan perubahan kepekaan
S. aureus ATCC 25923
pada pemaparan amoksisilin-asam klavulanat
dan eritromisin kadar subinhibisi in vitro.
Kata kunci:
amoksisilin-asam klavulanat, eritromisin,
kadar subinhibisi, kepekaan, Staphylococcus aureus
Penulis: Diah Puspita
Rifasanti, Lia Yulia Budiarti, Alfi Yasmina
Kode Jurnal: jpkedokterandd130056