HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN KLINIK URTIKARIA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA URTIKARIA KRONIK

ABSTRAK:  Urtikaria  kronik  dapat  menurunkan  kualitas  hidup  sebagai  dampak keluhan gangguan tidur akibat  intensitas gatal yang  hebat,  keletihan,  isolasi sosial, kehilangan  energi,  dan  gangguan  emosional  atau  seksual.  Kualitas  hidup  pada penderita urtikaria kronik  dapat dinilai  menggunakan  indeks  kualitas hidup dermatologi. Tujuan penelitian untuk  mengetahui  hubungan tingkat keparahan klinik urtikaria dengan kualitas  hidup  dermatologi  pada  penderita  urtikaria  kronik  di  RSUD  Ulin  Banjarmasin. Rancangan  penelitian  menggunakan  metode  observasional  analitik  dengan  pendekatan cross sectional. Subyek penelitian  diambil  dengan  metode  purposive sampling sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner indeks kualitas hidup dermatologi yang  telah  divalidasi.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  penderita  urtikaria  kronik menunjukkan tingkat keparahan klinik ringan sebanyak 60% dan tingkat keparahan klinik berat  sebanyak  40%.  Pada  pasien  yang  didiagnosis  urtikaria  kronis,  36,67%  memiliki kualitas  hidup  buruk,  43,33%    kualitas  hidup  sedang,  dan  20,00%  kualitas  hidup  baik. Analisis  statistik  dengan  uji  Kolmogorov-Smirnov  dengan  tingkat  kepercayaan  95% menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  bermakna  antara  tingkat  keparahan  klinik urtikaria  dengan  kualitas  hidup  dermatologi  (p  =  0,006).  Disimpulkan  bahwa  terdapat hubungan  antara  tingkat  keparahan  klinik  urtikaria  dengan  kualitas  hidup  dermatologi pada penderita urtikaria kronik di RSUD Ulin Banjarmasin.
Kata-kata kunci: tingkat keparahan klinik, urtikaria kronik, kualitas hidup dermatologi
Penulis: Rahmatun Nisa Husain, Sani Widjaja, Alfi Yasmina
Kode Jurnal: jpkedokterandd130057

Artikel Terkait :