Obesitas sentral, sindroma metabolik dan diabetes melitus tipe dua
ABSTRAK: Sudah diketahui
secara luas bahwa seseorang dengan obesitas mempunyai risiko tinggi untuk
mengalami resistensi insulin dan komplikasi metaboliknya seperti diabetes
melitus tipe 2 (T2DM), hipertrigliseridemia, penurunan kolesterol high density
lipoprotein, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Akumulasi jaringan adiposa
pada bagian tertentu di tubuh seperti di rongga perut menyebabkan peningkatan
risiko terjadinya resistensi insulin sampai terjadinya sindroma metabolik.
Sindroma metabolik merupakan suatu abnormalitas metabolik yang melibatkan
berbagai faktor yang saling berkaitan serta merupakan faktor risiko penyakit
jantung koroner yang paling penting pada populasi modern. Pengaturan produksi
adipositokin berperan penting pada homeostasis metabolisme glukosa dan lipid.
Disregulasi produksi adipositokin pada obesitas sentral terlibat langsung pada
patogenesis sindroma metabolik. Penurunan berat badan atau pencegahan peningkatan
berat badan merupakan cara terbaik mencegah terjadinya obesitas terutama
obesitas sentral yang juga merupakan suatu cara mencegah terjadinya T2DM.
Edukasi mengenai komplikasi obesitas dan keterlibatan keluarga dalam pengobatan
T2DM sangat penting.
Penulis: Pusparini
Kode Jurnal: jpkedokterandd0700134