Psikoneuroimunologi

Abstrak: Para ahli imunologi sependapat, jika seorang penderita dermatitis alergi, rhinitis alergi, asma bronkial yang mengalami serangan, pada umumnya diperoleh dari alergen, contohnya makanan, serbuk sari  bunga,  bulu  kucing,  kapuk  dan  sebagainya.  Tetapi  anehnya,  pernah  dilaporkan  bahwa  seseorang dapat  mengalami  serangan  ulang  hanya  karena  melihat  bunga  yang  terbuat  dari  plastik  atau  bahkan hanya  melihat  sebuah    lukisan  saja,  bahkan  seseorang  yang  tiba-tiba  hilang  kesabarannya,  akan direfleksikan  dengan  rasa  gatal-gatal  pada  kulit.  Peristiwa-peristiwa  tersebut  mengusik  para  ahli imunologi,  dan  mengundang  pertanyaan,  adakah  dalam  peristiwa-peristiwa  tersebut  sistem  imun  ikut terlibat?  Beberapa  bukti  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  antara  aktivitas  saraf  dan  perubahan respon  imun.  Demikian  pula  dalam  hubungan  faktor-faktor  psikososial,  seperti    perceraian,  depresi, stres  dan  lain-lain,  dengan  perubahan  respon  imun  atau  dengan  status  kesehatan  seseorang.  Maksud penulisan  ini  hanya  untuk  mendapatkan  wawasan  lain  tentang  imunologi,  khususnya  berhubungan dengan  sistem  lain  dalam  tubuh  sehingga  dapat  bermanfaat  untuk  memperluas  cakrawala  wawasan ilmu masing-masing dalam ruang lingkup ilmu kedokteran.
Kata kunci: alergi, saraf, psikis, imunitas
Penulis: Sitti Hajar
Kode Jurnal: jpkedokterandd0700133

Artikel Terkait :