Karakteristik dan Faktor Risiko Obstetrical Brachial Plexus Palsy pada Bayi Baru Lahir
Abstract: Obstetrical brachial
plexus palsy (OBPP) merupakan cedera sebagian/seluruh plexus brachialis akibat
proses kelahiran. Insidensi di negara berkembang berkisar 0,15%. Faktor risiko
meliputi intrapartum dan intrauterin. Dibedakan tiga jenis OBPP yaitu Duchenne
Erb, Klumpke, dan whole arm palsy. Penelitian bersifat retrospektif, melihat
karakteristik dan faktor risiko terjadinya OBPP di RS. Hasan Sadikin, Bandung,
periode Januari 2002-April 2007. Data diperoleh dari catatan medik bagian
perinatologi, kemudian dilakukan analisis binary logistic regression. Hasil
penelitian menunjukkan insidensi OBPP 0,141%, seluruhnya Erb palsy dan
kehamilan tunggal. Sebanyak 68,75% presentasi belakang kepala, 50% lahir
spontan, 18,75% disertai meconeal staining, 62,5% berat lahir ≥3.500 g, 56,25%
laki-laki, 68,75% asfiksia, 12,5% distosia bahu, dan 6,25% fraktur klavikula.
Faktor risiko yang bermakna adalah presentasi kaki (OR 9,357; 95%CI), letak
lintang (OR 5,136; 95%CI), ekstraksi vakum (OR 5,240;95%CI), ekstraksi forseps
(OR 4,320; 95%CI), ekstraksi bokong/kaki (OR 14,411; 95%CI), berat lahir 3.500-
3.999 g (OR 4,571; 95%CI), berat lahir ≥ 4.500 g (OR 57,759; 95%CI), asfiksia
(OR 5,992; 95%CI) dan asfiksia berat (OR 6,094; 95%CI). Sectio Cesarea
cenderung protektif {OR 0,244; 95%CI; p=0,062 (>0,05)}. Pada penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang terutama berperan adalah presentasi
kaki, ekstraksi bokong, dan berat lahir >4.500 g.
Penulis: Andreas Vincent
Handoyo, Yoyos Dias Ismiarto
Kode Jurnal: jpkedokterandd100098