Aspek Genetik Sindrom Nefrotik Resisten Steroid

Abstract: Sindrom nefrotik resisten steroid adalah sindrom nefrotik yang tidak mengalami remisi setelah diberikan terapi standar steroid. Sampai saat ini mekanisme resistensi terhadap steroid melalui dua hal, yaitu nongen yang berkaitan erat dengan dasar imunologis dan gen yang berupa defek primer pada barier filtrasi glomerulus. Dalam tulisan ini akan diungkapkan gen yang sudah diketahui terlibat dalam patogenesis terjadinya sindrom nefrotik resisten steroid. Gen ini menyandi protein yang membentuk struktur celah diafragma glomerulus. Bila terjadi mutasi gen ini akan mengakibatkan perubahan pada arsitektur celah diafragma glomerulus, yaitu terjadi pendataran foot processes podosit sehingga terjadi proteinuria berat. Sampai saat ini telah ditemukan delapan gen penyandi protein podosit, yaitu: NPHS1, ACTN4, NPHS2, CD2AP, WT1, TRPC6, LAMB2, dan yang paling ahir diketahui yaitu NPHS3. Protein yang disandi oleh gen-gen tersebut adalah: nefrin, á-aktinin-4, podosin, CD2-associated protein, Wilms' tumor, transient receptor potential 6, laminin â2 chain, dan phospholipase PLCE1. Manifestasi klinis sindrom nefrotik resisten steroid akibat adanya mutasi gen-gen ini umumnya lebih berat, onset terjadinya penyakit lebih awal, dan cepat mengalami perburukan menjadi gagal ginjal terminal. Aspek genetis sindrom nefrotik resisten steroid perlu diketahui untuk memperkirakan perjalanan dan prognosis penyakit.
Kata kunci: Aspek genetik, sindrom nefrotik resisten steroid
Penulis: Dedi Rachmadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd100097

Artikel Terkait :