Daya Antibakteri dan Waktu Kontak Infusa Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Salmonella typhi Secara In Vitro

Abstract: The hijau (Camellia sinensis) memiliki beragam efek farmakologik, di antaranya sebagai antibakteri. Salmonella typhi penyebab demam tifoid, masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis terdapat 20 juta kasus dan 600.000 kematian per tahun di seluruh dunia. Penelitian ini ingin mengetahui daya antibakteri dan lamanya waktu kontak infusa teh hijau dari berbagai merek kemasan terhadap Salmonella typhi secara in vitro dengan menggunakan teknik difusi sumur, selanjutnya data dianalisis dengan ANAVA dan uji t-independen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung pada bulan Maret-April 2009. Hasil menunjukkan infusa dengan konsentrasi 40% (b/v) kemasan komersial Indonesia memberikan rata-rata diameter daerah hambat 3,376±0,334 mm dan 3,571± 0,217 mm pada kemasan Jepang (p<0,05); 0,707±0,000 mm pada konsentrasi di bawah 40% rata-rata daerah hambat. Tidak terdapat perbedaan antara kemasan Indonesia dan Jepang (p>0,551). Terdapat kekeruhan pada media cair Muller-Hinton dibandingkan dengan media kontrol pada konsentrasi di bawah 40% Teramatinya pertumbuhan koloni S. typhi pada agar Muller-Hinton konsentrasi 5% dan 10%. Tidak teramati penurunan jumlah koloni S. typhi konsentrasi kurang atau sama dengan 40% pada pengamatan waktu kontak 0 sampai 60 menit (p>0,05; รก=0,05). Kesimpulan menunjukkan teramatinya daya antibakteri infusa teh hijau pada kemasan dengan konsentrasi 40%. Belum teramatinya daya antibakteri infusa dan pengaruh waktu kontak positif pada reduksi pertumbuhan koloni S. typhi pada kemasan dengan konsentrasi di bawah 40%.
Kata kunci: Teh hijau, infusa, daya antibakteri, waktu kontak, Salmonella typhi
Penulis: Dione Margareth Setiawan, Sadeli Masria, Chrysanti Chrysanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd100099

Artikel Terkait :