HUBUNGAN ANTARA STRES OKSIDATIF DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA THALASSEMIA/HBE
ABSTRACT: Pemberian transfusi
darah kronik pada
penderita thalassemia dapat
menyebabkan kelebihan kadar
besi. Kelebihan kadar besi
bebas dalam tubuh
akan memacu timbulnya
oksidan berupa reactive
oxygen species (ROS)
yang diukur dalam
bentuk malondialdehide
(MDA). Peningkatan produksi
ROS dapat menyebabkan
kerusakan membran sel
yang mengandung senyawa
lipid termasuk eritrosit. T ujuan
penelitian ini adalah untuk menilai hubungan
antara kadar MDA serum dengan kadar Hb penderita thalassemia. Metode penelitian
ini adalah penelitian observasional
kohort prospective dilaksanakan di UTD PMI
Kota Semarang. Selama
bulan Januari 2006
sampai dengan Desember
2009 dijumpai 32
penderita thalassemia/HbE. Variabel
penelitian kadar Hb dan MDA
serum. Pengukuran dilakukan
sebelum transfusi ke-1, setelah transfusi ke-1 dan sebelum transfusi ke-2. Analisis statistik menggunakan uji
Mann-Whitney, uji Wilcoxon dan uji korelasi Spearman. Rerata umur
subjek penelitian adalah
9,5± 3,13 tahun,
laki-laki adalah 25
orang (46,9%) dan
perempuan 17 orang
(53,1%). Status gizi 43,8 % termasuk
gizi kurang. Kadar
MDA kelompok Hb
sebelum transfusi ke-2
8 g/dL 2,89±0,451
dan kelompok Hb >8
g/dL 2,19±0,792 (p=0,01).
Ada korelasi negatif
antara Hb sebelum
transfusi ke-2 dengan
MDA (r=min 0,52;
p=0,002). Dapat disimpulkan ada
korelasi negatif antara
kadar MDA serum
dengan kadar Hb
pada penderita thalassemia
/HbE.
Penulis: Moedrik Tamam,
Suharyo Hadisaputro, Sutaryo, Iswari Setianingsih, Djokomoeljanto
Djokomoeljanto, Ag Soemantri
Kode Jurnal: jpkedokterandd120160