PENGARUH JENIS INSISI PADA OPERASI KATARAK TERHADAP TERJADINYA SINDROMA MATA KERING
ABSTRACT: Katarak merupakan
penyakit dengan insiden tinggi pada mata
dengan penanganan operatif pada kornea yang berisiko menimbulkan sindroma mata
kering. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan jenis insisi pada
operasi katarak terhadap terjadinya sindroma
mata kering (SMK).
Penelitian ini merupakan
penelitian analitik observasional
pada 36 sampel yang dibagi
menjadi tiga kelompok berdasarkan jenis insisi pada operasi katarak, yaitu
kelompok Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE), kelompok Small Incision
Cataract Surgery (SICS), dan kelompok fakoemulsifikasi. Kuesioner Ocular Surface
Disease Index (OSDI),
T es Schirmer, tes
(MGD), tes Ferning,
tes T ear Break
Up Time (TBUT)
dilakukan sebelum operasi dan setelah operasi. Dilakukan analisa
statistik untuk mengetahui adanya hubungan antara jenis insisi pada operasi
katarak terhadap terjadinya
sindroma mata kering.
Didapatkan 31 sampel
yang mengalami SMK
pasca operasi katarak, dengan
12 (38,7%) sampel
pada kelompok ECCE
11 (35,5%) sampel
pada kelompok fakoemulsifikasi yang mengalami SMK,
dan sebanyak 8
(25,8%) sampel pada
kelompok SICS yang mengalami SMK. T
erdapat hubungan signifikan antara jenis
insisi pada operasi
katarak dengan terjadinya
SMK (p=0,018).
Penulis: Retnaniadi S,
Herwindo Dicky P
Kode Jurnal: jpkedokterandd120159