EPIGALLOCATECHIN GALLATE MENGHAMBAT RESISTENSI INSULIN PADA TIKUS DENGAN DIET TINGGI LEMAK
ABSTRACT: Konsumsi
Epigallocatechin Gallate (EGCG) teh hijau dilaporkan banyak bermanfaat pada
upaya peningkatan kesehatan, seperti pembakaran lemak, mencegah obesitas dan
sensitifitas insulin. Sehingga teh
hijau (Camelia sinensis) dari klon GMB4
dapat dikembangkan sebagai
agen terapeutik potensial
untuk obesitas dan
resistensi insulin. Penelitian
ini bertujuan untuk membuktikan
Epigallocatechin Gallate (EGCG) teh
hijau dapat menghambat
peningkatan kadar SREBP-1 jaringan adiposa
dan resistensi insulin
pada tikus galur
wistar jantan yang
diberi diet tinggi
lemak. Penelitian ini
dilakukan secara invivo dengan
pemeliharaan hewan coba
selama 8 minggu
yang dibagi dalam
lima kelompok perlakuan:
(1) kelompok kontrol (-)
dengan pemberian diet
pakan standart, (2)
kelompok kontrol (+)
dengan pemberian diet
tinggi lemak, (3)Pemberian diet
tinggi lemak+EGCG 1mg/kgBB,
(4) Pemberian diet
tinggi lemak+EGCG 2
mg/kgBB, (5) Pemberian diet
tinggi lemak+EGCG 8
mg/kgBB. Pakan tikus diberikan
secara oral, sedangkan
EGCG per sonde
1 x/hr . Metode yang
digunakan dalam penelitian
ini adalah ELISA
untuk kadar insulin
dan SREBP-1 jaringan
adiposa dan spektrofotometri untuk
glukosa darah puasa.
EGCG menurunkan lemak
viseral, kadar glukosa,
kadar SREBP-1 dan resistensi insulin (HOMA-IR) (p<0,05).
Penurunan kadar SREBP-1 secara signifikan sebesar 29,85%(p<0,05) pada dosis
8 mg/kgBB, sedangkan HOMA-IR
menurun secara signifikan
sebesar 33,89% (p<0,05)
pada dosis 8
mg/kgBB. Terdapat hubungan antara kadar SREBP-1 dengan resistensi
insulin (HOMA-IR) (p<0,05). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa EGCG mampu
menghambat resistensi insulin
yang mungkin melalui
penurunan adipo/lipogenesis SREBP-1
jaringan adiposa, dengan bukti adanya penurunan kadar SREBP-1 jaringan
adiposa dan lemak viseral.
Penulis: Herin Mawarti, Retty
Ratnawati, Diana Lyrawati
Kode Jurnal: jpkedokterandd120161