Gambaran Foto Toraks Tuberkulosis Paru Genotipe Beijing dan Non-Beijing
Abstract: Mycobacterium
tuberculosis genotipe Beijing mempunyai virulensi lebih tinggi, tersebar
global, dan lebih resisten dibanding non-Beijing. Penelitian analitik
observasional dengan rancangan potong silang untuk mengetahui gambaran foto
toraks pada kedua genotipe dilakukan periode September 2003–Desember 2005 di
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pembacaan foto toraks oleh dua ahli
radiologi. Subjek terdiri dari 206 laki-laki dan 196 perempuan, 131 genotipe
Beijing dan 271 non-Beijing. Usia rata-rata 31 tahun. Hasil pembacaan oleh
pengamat I pada genotipe Beijing menunjukkan gambaran ringan 60 (45,8%) dan
berat 71 (54,2%); genotipe non-Beijing gambaran ringan 205 (75,6%) dan berat 66
(24,4%). Pengamat II untuk genotipe Beijing 62 (47,3%) dan 69 (52,7%);genotipe
non-Beijing 208 (76,8%) dan 63 (23,2%). Diperoleh perbedaan bermakna antara
genotipe Beijing dan non-Beijing (p<0,05). Kavitasi genotipe Beijing 69
(52,7%) baik pengamat I maupun II, sedangkan non-Beijing berturut-turut 61
(22,5%) dan 60 (22,1%), dengan p<0,05. Kavitas ≥4 cm pada genotipe Beijing
42 (60,0%) oleh pengamat I dan 40 (58,0%) oleh pengamat II, tidak terdapat
perbedaan bermakna kavitas <4 dengan ≥4 cm (p>0,05).
Kesesuaian foto toraks pengamat I dengan II untuk gambaran ringan 265
dari 270 dan berat 132 dari 137 ( >0,80). Disimpulkan gambaran foto toraks
genotipe Beijing lebih berat dan lebih banyak kavitasi. [MKB. 2010;42(3):92-5].
Penulis: Ristaniah D.
Soetikno, Ida Parwati
Kode Jurnal: jpkedokterandd100105