Perlindungan Hepatotoksisitas Ekstrak Metanol Pegagan Dibanding Vitamin E pada Tikus Model Hepatitis
Abstract: Tanaman obat pegagan
(Centella asiatica Linn) sering digunakan penderita hepatitis sebagai terapi
alternatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak metanol herba
pegagan pada tikus model hepatitis yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl ) dibandingkan
dengan vitamin E. Parameter yang diukur adalah kadar serum 4 glutamic pyruvic
transaminase (SGPT), malondialdehid (MDA), dan luas nekrosis jaringan hati.
Penelitian eksperimental laboratorik dilakukan di Laboratorium Farmakologi
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, periode Oktober 2009, dengan rancangan acak
lengkap terhadap 40 ekor tikus yang dibagi menjadi 8 kelompok. Kadar SGPT serum
ditentukan dengan metode enzimatik, MDA diukur dengan metode Wilbur. Luas
nekrosis hati dinilai dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekstrak pegagan yang diberikan prainduksi dapat mencegah
kenaikan kadar SGPT dan luas nekrosis secara bermakna (p ≤0,05), tetapi tidak
mencegah kenaikan kadar MDA jaringan hati secara bermakna (p >0,05).
Pascainduksi, ekstrak pegagan menurunkan kadar SGPT, MDA jaringan hati, dan
luas nekrosis secara bermakna (p ≤0,05). Semua efek ekstrak pegagan lebih baik
daripada vitamin E, sehingga dapat bersifat hepatoprotektif.
Kata kunci: Malondialdehid
jaringan hati, nekrosis, pegagan, Hepatoprotective Effect of Indian Pennywort
Methanol Extract Compare with Vitamin E on Hepatitis Rats Model
Penulis: Putri Vidyaniati,
Armaya Ariyoga, Herri S. Satramihardja
Kode Jurnal: jpkedokterandd100106