Kapasitas Fungsi Intelektual pada Berbagai Kelompok Interaksi Sosial Anak Autis
Abstract: Autis dikelompokkan
berdasarkan interaksi sosial dan kapasitas fungsi intelektual. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelompok interaksi sosial dan
kapasitas fungsi intelektual. Penelitian dilakukan Januari–Maret 2007 pada anak
autis di pusat terapi Our Dream dan Indigrow Bandung dengan rancangan hybride
selective prevalence. Anak autis dikelompokkan berdasarkan interaksi sosial
serta kapasitas fungsi intelektual. Usia dan riwayat terapi perilaku merupakan
faktor perancu kelompok interaksi sosial. Uji statistik pada penelitian ini
menggunakan Kruskall-Wallis dan Kolmogorov-Smirnov dua populasi. Subjek
penelitian yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 99 anak. Kelompok aloof,
pasif, aktif tetapi aneh masing-masing sebanyak dua, 31, dan 66 anak autis.
Kapasitas fungsi intelektual rendah sebanyak 70 dan tinggi 29 anak autis. Usia
£5 dan >5 tahun ditemukan pada 58 dan 41 anak autis (pKW= 0,453). Riwayat
pernah dan belum pernah mendapat terapi perilaku ditemukan pada 37 dan 62 anak
autis (pKS = 1,00). Didapatkan 70 anak (71%) memiliki kapasitas fungsi
intelektual rendah dan 29 anak (29%) dengan kapasitas fungsi intelektual
tinggi. Kelompok interaksi sosial berhubungan bermakna dengan kapasitas fungsi
intelektual anak autis (p= 0,04). Disimpulkan bahwa kelompok interaksi sosial
aloof, pasif dan aktif tetapi aneh berhubungan dengan kapasitas fungsi intelektual
rendah dan tinggi. [MKB. 2010;42(3):96-100].
Penulis: Raddi Moekdas,
Abdurachman Sukadi, Tetty Yuniati
Kode Jurnal: jpkedokterandd100104