Efektivitas Pemberian Antibiotik Disertai Lansoprazol pada Refluks Laringofaring dengan Infeksi Helicobacter pylori
Abstract: Refluks
laringofaring adalah aliran balik isi lambung ke daerah laringofaring dan dapat
dipengaruhi oleh infeksi Helicobacter pylori. Regimen terapi untuk infeksi H.
pylori terdiri atas proton pump inhibitor (PPI) dan dua jenis antibiotik yaitu
amoksisilin dan klaritromisin. Peran PPI pada regimen ini masih diteliti. Dilakukan
penelitian mengenai perbandingan efektivitas terapi antibiotik disertai PPI
(lansoprazol) terhadap perbaikan gejala klinis dan kualitas hidup penderita
refluks laringofaring dengan infeksi H. pylori. Penelitian ini dilakukan di
Departemen THT-KL RS Dr. Hasan Sadikin Bandung periode September 2009-Desember
2010 merupakan randomized clinical trial dengan pengamatan open label.Data
dianalisis dengan menggunakan uji t dan uji Mann Whitney. Penelitian ini
melibatkan 26 subjek penelitian yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok
pertama diberikan regimen terapi H. pylori, berupa klaritromisin dan
amoksisilin dengan lansoprazol dan kelompok kedua diberikan klaritromisin dan
amoksisilin tanpa lansoprazol. Dilakukan pemeriksaan skor gejala refluks (SGR),
skor temuan refluks (STR), dan penilaian kualitas hidup dengan kuesioner reflux
qual short-form (RQS). Evaluasi dilakukan setelah 2 minggu. Didapatkan
perbedaan bermakna (p=0,034) skor SGR pascaterapi pada kelompok perlakuan
antibiotik kombinasi dengan lansoprazol. Tidak didapatkan perbedaan bermakna
(p=0,169) pada perbaikan STR pascaterapi. Perbaikan skor RQS lebih baik pada
kelompok perlakuan pertama dibandingkan dengan kelompok kedua (p=0,018).
Disimpulkan bahwa pemberian campuran antibiotik kombinasi dan lansoprazol lebih
efektif terhadap perbaikan gejala klinis dan kualitas hidup dibandingkan dengan
tanpa lansoprazol.
Penulis: Yanti Nurrokhmawati,
Teti Madiadipoera, Ratna Anggraeni, Tonny Basriyadi Sarbini
Kode Jurnal: jpkedokterandd120119