Hubungan antara QT Variability Index dan Laju Filtrasi Glomerulus pada Penyakit Ginjal Kronik Predialisis
Abstract: Penderita penyakit
ginjal kronik (PGK) mempunyai risiko yang tinggi untuk mengalami aritmia
ventrikel dan kematian mendadak (sudden cardiac death/SCD). Angka kejadian SCD
pada penderita PGK meningkat seiring dengan menurunnya laju filtrasi glomerulus
(glomerular filtration rate/GFR). Mekanisme patofisiologi yang mendasari SCD
pada umumnya aritmia ventrikel yang berhubungan dengan ketidakstabilan
repolarisasi miokardium. QT variability index (QTVI), suatu indeks yang
menggambarkan ketidakstabilan repolarisasi miokardium, merupakan prediktor yang
kuat untuk terjadi aritmia fatal dan SCD. Penelitian ini merupakan studi
observasi potong lintang untuk menilai hubungan antara QTVI dan GFR pada
penderita PGK predialisis dengan GFR <60 mL/menit. Penelitian ini dilakukan
pada penderita PGK yang berobat ke Poliklinik Ginjal Hipertensi Rumah Sakit Dr.
Hasan Sadikin Bandung periode Oktober–Desember 2011. Penelitian ini melibatkan
51 subjek. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) istirahat dilakukan pada semua
subjek dan selanjutnya dilakukan penghitungan QTVI. Hampir semua subjek
menderita hipertensi atau mendapat antihipertensi (94%). Gambaran EKG dengan
hipertrofi ventrikel kiri didapatkan pada 37% subjek dan QTVI rata-rata subjek
sebesar 0,16 (SD 0,24). Hubungan antara QTVI dan GFR dianalisis menggunakan
Spearman’s rank correlation. QT variability index mempunyai hubungan yang
bermakna baik dengan GFR (r=-0,816; p<0,001) maupun dengan estimated
glomerular filtration rate (eGFR) (r=-0,460; p<0,001). Simpulan, terdapat
hubungan sangat kuat antara QTVI dan GFR pada penderita PGK predialisis, makin
rendah GFR makin panjang nilai QTVI.
Kata kunci: Kematian jantung mendadak,
laju filtrasi glomerulus, penyakit ginjal kronik, QT variability index
Penulis: Sugiantoro, Augustine
Purnomowati, Abdul Hadi Martakusumah, Chaerul Achmad
Kode Jurnal: jpkedokterandd120118