PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN METODE 5S UNTUK MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI
Sari: Anggun Rotan Bag adalah
industri kerajinan di Yogyakarta yang memproduksi tas dan kerajinan berbahan
dasar rotan. Proses produksi pada Anggun Rotan Bag dikerjakan oleh karyawan dan
masih manual menggunakan tenaga manusia. Gerakan-gerakan kerja yang tidak
efektif dan penumpukan barang yang menunggu diproses perlu untuk diteliti.
Penelitian ini menganalisa kondisi awal
lintasan produksi kemudian memperbaiki metode kerja dan layout kerja pada
stasiun kerja yang mengalami bottleneck. Perbaikan dilakukan berdasarkan metode
micromotion study dan metode 5S pada lingkungan kerja. Penelitian diperoleh
hasil kondisi awal lintasan produksi terdapat dua stasiun kerja yang mengalami
bottleneck yaitu stasiun kerja pembuatan asesoris dan stasiun kerja pasang
furing. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja stasiun kerja yang mengalami
botleneck berkurang menjadi satu stasiun kerja yaitu stasiun kerja pembuatan
asesoris. Penyeimbangan lintasan produksi selanjutnya menggunakan metode
Killbridge Heuristic/Region Approach menunjukkan penurunan waktu menganggur
(idle time) 340,05 menit menjadi 72,65 menit. Balance delay menurun dari 70,65%
menjadi 33,96%. Efisiensi lintasan produksi 29,35% meningkat menjadi 66,04% nilai
ini menunjukkan bahwa pola aliran yang baru keseimbangan lintasan yang
dihasilkan mendekati optimal. Metode micromotion study dan metode 5S memberikan
efek terhadap perbaikan metode kerja dengan menghilangkan gerakan kerja yang
tidak efektif serta merapikan area kerja sehingga dapat meningkatkan output
yang dihasilkan untuk menyeimbangkan lintasan produksi.
Kata kunci: Micromotion Study,
Metode 5S, Keseimbangan Lintasan Produksi,
Efisiensi Lintasan, Metode Killbridge Heuristic/Region Approach
Penulis: Risanita Setyananda,
Imam Sodikin, Titin Isna Oesman
Kode Jurnal: jptindustridd130094