PENERAPAN METODE SWOT DAN BCG GUNA MENENTUKAN STRATEGI PENJUALAN
Sari: Industri pengecoran
logam dewasa ini persaingannya cukup ketat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya
industri pengecoran logam yang ada di desa Ceper dan sekitarnya. PT. Baja
Kurnia merupakan salah satu industri pengecoran logam yang menghasilkan produk
antara lain hydrant dan valve. Mengingat banyaknya pilihan tempat untuk pesanan
bagi para pelanggan, maka PT. Baja Kurnia harus dapat menentukan strategi
penjualan untuk meningkatkan hasil produksinya.
Metode yang digunakan adalah SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Kemudian dengan metode Boston
Consulting Group untuk menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan
melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan.
Hasil dari perhitungan dengan metode BCG didapatkan tingkat pertumbuhan
pasarnya PT. Baja Kurnia sebesar 13.38% dan PT. Teknik Utama 10.4%, sedangkan
tingkat pangsa pasar relatif PT. Baja Kurnia adalah 1.11 dan, PT Teknik Utama
adalah 0.89. dan untuk produk Valve didapat tingkat pertumbuhan pasar PT. Baja
Kurnia sebesar 5.01%,Dan PT. Teknik Utama sebesar 6.57. Sedangkan tingkat
pangsa pasar relatif PT. Baja Kurnia adalah 1.29 dan PT. Teknik Utama 0.77.
Berdasarkan hasil analisa hasil matrik BCG, pada produk hydrant dan valve PT.
Baja Kurnia memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi pertumbuhan pangsa
pasarnya rendah yang berada pada posisi cash cow.
Penulis: M. Anggrianto, C.
Indri Parwati, Drs. Sidarto
Kode Jurnal: jptindustridd130093