PENGUKURAN BUDAYA K3 PADA TINGKAT NON MANAJERIAL DENGAN MENGGUNAKAN COOPER’S RECIPROCAL SAFETY CULTURE MODEL DI PT. X
Abstract: Keselamatan kerja
(safety) merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh
perusahaan dalam menjamin kesejahteraan pekerja. Penyelenggaraan program safety
dalam kegiatan operasional maupun manajerial di suatu perusahaan memberikan
dampak positif karena mampu mempertahankan reputasi dan memberi keuntungan bagi
perusahaan. Budaya keselamatan kerja (safety culture) merupakan perilaku,
kepercayaan, persepsi dan nilai yang disepakati secara bersama yang berkenaan
dengan Keselamatan Kerja. Dimana safety culture diterapkan untuk mencapai derajat performansi K3 yang
dipahami dan dijadikan prioritas utama dalam suatu organisasi. Permasalahan
yang terjadi adalah sulitnya membangun safety culture di lingkungan kerja
sebagai bentuk perilaku pencegahan kecelakaan ketika bekerja. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan safety culture
pada level non manajerial di perusahaan.
Penelitian ini dilakukan dengan bantuan kuesioner yang disebar ke tingkat
non manajerial PT. X., dimana kuesioner yang disusun berdasarkan Cooper's
Reciprocal Safety Culture Model yaitu budaya yang dilihat dari dimensi orang,
organisasi dan faktor pekerjaan, tetapi pada penelitian ini yang menjadi telaah
adalah dimensi orang yang jika dijabarkan lagi yaitu menjadi 10 sub dimensi.
Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil pengukuran skor
penilaian safety culture seluruh responden melebih skor 3 yang artinya budaya
keselamatan yang ada di PT. X melebihi rata-rata. Dari hasil tersebut factor
yang masih lemah , berada pada sub dimensi keyakinan tentang penyebab
kecelakaan, pengaruh tekanan kerja dan efektifitas prosedur darurat, dengan
skor < 4.
Kata Kunci: budaya keselamatan
kerja, cooper’s reciprocal safety culture model, keselamatan kerja, non
manajerial
Penulis: Dewi Kurniasih,
Renanda Nia Rachmadita
Kode Jurnal: jptindustridd130303