PENGARUH RASIO BIJI TEH / PELARUT AIR DAN TEMPERATUR PADA EKSTRAKSI SAPONIN BIJI TEH SECARA BATCH

ABSTRACT: Indonesia merupakans alah satu negara penghasil teh terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan teh di Indonesia masih terbatas pada daunnya saja padahalsemua bagian tanaman teh juga menyimpan segudang manfaat. Buah teh hanya dibiarkan jatuh di perkebunan tanpa terpikirkan pemanfaatannya dan dibatasi produksinya padahal merupakan sumber minyak nabati dan saponin yang patut diperhitungkan. Biji teh merupakan sumber terbesar saponin, sangat aplikatif sebagai foaming agent, emulsifier dan zat bioaktif. Isolasi saponin biji teh masih jarang dilakukan sehingga metode pemisahan yang seramah mungkin serta menghasilkan produk minyak dan saponin dengan yield dan kualitas tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi penelitian ini.
Bahan baku berupa buah teh akan mengalami perlakuan awal terlebih dahulu berupa penghilangan daging buah, pemecahan tempurung, sortasi inti biji, pengeringan inti biji di bawah sinar matahari hingga kadar air ±10%, perlakuan termal terhadap inti biji hasil sortasi berupa pemanggangan. Biji teh kemudian dipress menggunakan pengepres hidrolik pada kondisi pengepresan yang ditentukan untuk menghilangkan kandungan minyaknya terlebih dahulu. Cake yang didapatkan kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air untuk mendapatkan ekstrak saponin. Variabel ekstraksi yang akan dikaji adalah temperatur ekstraksi dan rasio biji teh terhadap pelarut. Ekstraksi dilakukan secara batch dengan pengontakan secara dispersi di dalam sebuah ekstraktor berpengaduk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur ekstraksi akan meningkatkan yield saponin yang dihasilkan, namun menurunkan kualitas saponin yang didapat. Peningkatan jumlah pelarut hingga rasio pelarur terhadap biji teh sebesar 15:1 (g/mL) masih memberikan peningkatan yield saponin yang signifikan. Rasio pelarut terhadap biji teh tidak memberikan kecenderungan pengaruh terhadap kadar saponin yang dihasilkan. Kondisi ekstraksi yang efektif dan memberikan hasil produk saponin yang masih cukup baik diperoleh pada rasio pelarut/biji teh sebesar 15:1 (g/mL) dan temperatur ekstraksi 40oC dengan yield sebesar 82,9271% dan kadar saponin sebesar 74,3976%.
Penulis: Susiana Prasetyo S, Felicia Yosephine
Kode Jurnal: jptindustridd110039

Artikel Terkait :