PENERAPAN PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DENGAN MENGAPLIKASIKAN GREY FMEA PADA PT. WXY
Abstract: PT. WXY adalah
perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan fruit cages (lori). Kendala yang dihadapi PT.WXY adalah terganggunya
proses produksi yang disebabkan oleh kerusakan pada komponen mesin yang
beresiko tingginya angka downtime. Masalah ini diselesaikan dengan menggunakan
metode Reliability Centered Maintenance (RCM) yang mengaplikasikan Grey FMEA
dalam menentukan prioritas perbaikan sehingga diperoleh perencanaan perawatan
yang lebih optimal. Diagram pareto digunakan untuk menentukan mesin yang paling
kritis pada metode RCM. Hasil diagram pareto diperoleh mesin bor magnet
merupakan sistem yang paling kritis. Komponen yang terdapat dalam mesin bor
magnet adalah saklar magnet, spindle, spindle sleeve, drilling chuck, motor
NFA03LG-011, radial ball bearing, v-belt, dan pulley. Selanjutnya hasil
penerapan Reliability Centered Maintenance dengan mengaplikasikan Grey FMEA
diperoleh komponen yang harus dirawat secara terjadwal (time directed) adalah
spindle dengan jadwal perawatan 33 hari, motor NFA03LG-011 dengan jadwal
perawatan 36 hari, radial ball bearing dengan jadwal perawatan 43 hari, dan
v-belt dengan jadwal perawatan 42 hari. Perawatan komponen yang tidak terjadwal
(condition directed) adalah saklar magnet, spindle sleeve, drilling chuck, dan
pulley. Penerapan metode RCM dengan melakukan simulasi terhadap distribusi
kerusakan diperoleh penurunan downtime sebesar 20.56%.
Penulis: Wilbert Tamin, Tuti
Sarma Sinaga, A. Jabbar M. Rambe
Kode Jurnal: jptindustridd130248