PENGARUH PERUBAHAN HARGA TERHADAP PERPINDAHAN KONSUMEN SABUN CUCI DENGAN TRANSITION PROBABILITY
Abstract: PT.XYZ merupakan
perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan sabun cuci batangan.
Upaya peningkatan kwalitas sabun untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia
(SNI) dilakukan di laboratorium dengan menerapkan model eksperimental faktorial
dan Respon Surface Method (RSM). Formulasi tersebut digunakan sebagai landasan
untuk membentuk harga pokok produksi. Perhitungan harga pokok produksi sabun
cuci batangan dilakukan dengan metode Activity Based Costing (ABC).
Perbandingan harga pokok produksi dari hasil uji laboratorium dan pabrikasi di
PT.XYZ adalah Rp1058,- dan Rp1039,- per batang. Seharusnya dengan konsep
pabrikasi, harga produk ini akan jauh lebih murah dibandingkan dengan
laboratorium. Dengan demikian ada peluang pasar untuk memperbaikinya apabila
marketing mix dilakukan. Periode pengamatan dilakukan dua kali. Sabun cream dan
cair digunakan sebagai pembanding untuk mengamati sebuah perilaku diagonal
konsumen. Perubahan animo konsumen terhadap pemilihan sabun cuci diuji dalam
Matrix probability transition dengan melakukan sampling pendapat di Komplek
Perumahan AAA, dimana terjadi transisi kejenuhan sekitar 5 bulan. Dari
tingkatan matriks yang dilakukan, diperoleh persentasi pelanggang sabun cream
(40%; 24%; 36%), sabun batangan (29,17%; 54,17%; 16,66%) dan sabun cair
(52,39%; 4,76%; 42,85%). Kondisi Transisi probability akan mencapai steady
state pada periode ke-14 dengan perolehan pasar untuk sabun cream 41,42%, sabun
batangan 25,16% dan sabun cair 33,42%.
Penulis: Erix Anderson
Situmeang, Abadi Ginting SS, MSIE
Kode Jurnal: jptindustridd130247