OPTIMASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN INDUSTRI PANGAN ORGANIK DI JAWA TIMUR
ABSTRAK: Penelitian ini dimaksudkan
untuk mengindentifikasi optimasi pengembangan kelembagaan industri pangan
organik di Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian fenomenologi. Subyek penelitianJenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologi. Subyek
penelitian adalah lembaga industri pangan oganik yang terdiri dari UMKM pangan
organik, Dinas Pertanian, Industri Pangan, Kelompok Tani Pangan Organik, dan
Perbankan di Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar Provinsi
Jawa Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam
dan observasi peran serta. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi
sumber dan metode. Data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan analisis
kualitatif (Content Analysis) dengan menggunakan interaktif model dari Miles
dan Huberman.Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa optimasi pengembangan
kelembagaan pangan organnik di Jawa Timur terbagi ke dalam tiga pola optimasi
yaitu pola klaster, pola kemitraan, dan pola BDSP (Business Development
Services Provider). Pola klaster merupakan pengembangan kelembagaan industri
pangan organik dengan cara pengelompokkan lembaga pangan organik (termasuk
UMKM) dalam suatu kawasan atau menetapkan wilayah sebagai kawasan
usaha/industri tertentu. Pola kemitraan terdiri dari kemitraan inti plasma dan
kemitraan bapak angkat. Pola BDSP merupakan polaPola kemitraan terdiri dari
kemitraan inti plasma dan kemitraan bapak angkat. Pola BDSP merupakan pola pengembangan
berbasis pada sistem lembaga jasa pengembangan usaha. Secara umum pola klaster
mampu meningkatkan kinerja penyediaan, distribusi, pemasaran, dan utilitas
industri pangan organik di Jawa Timur. Kabupaten Lumajang merupakan daerah yang
paling potensial dalam pengembangan pola klaster industri pangan oganik.
Penulis: MOCH. AGUS KRISNO
BUDIYANTO
Kode Jurnal: jptindustridd110071