KONSEP PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA SYSTEM MANUFACTUR DENGAN MODEL PERFORMANCE OF ACTIVITY DAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE
ABSTRACT: Dalam rangka
mengikuti bisnis global, para praktisi industri dituntut untuk dapat
memproduksi produk yang murah, berkualitas, dan tepat waktu sesuai dengan
keinginan pelanggan, kalau mau memenangkan persaingan pasar. Untuk melaksanakan
produk yang murah, berkualitas, dan tepat waktu kiranya membutuhkan peran serta
semua pihak mulai dari suplier selaku pemasok bahan baku, perusahaan atau
pabrik yang mengolah bahan baku menjadi produk jadi, perusahaan transportasi
yang menyampaikan bahan baku dari
suplier ke perusahaan dan barang jadi ke konsumen, serta konsumen selaku
pengguna dari produk akhir. Kesadaran akan pentingnya peran semua pihak
tersebut kemudian tercipta apa yang disebut dengan konsep supply chain
management.
Secara umum kegiatan atau aktivitas yang terkait dalam supply chain management adalah : kegiatan merancang
produk baru, kegiatan mendapatkan bahan baku, kegiatan perencanaan dan
pengendalian, kegiatan memproduksi, dan kegiatan pendistribusian. Aktivitas-aktivitas
disepanjang supply chain management
dapat diukur dengan model
performance of activity (POA) dan
model supply chain operations reference (SCOR). Dalam model POA yang diukur
adalah cost, time, capasity, productivity, utility, dan out-come. Sedangkan dalam model SCOR akan
mengukur reliability, responsiveness,
flexibility, costs dan asset.
Hasil pengukuran akan menghasilkan posisi perusahaan atau aktivitas
terhadap rata-rata perusahaan sejenis dan apabila perusahaan yang diukur
hasilnya lebih besar dari perusahaan rata-rata, maka perusahaan tersebut
termasuk perusahaan best in class.
Penulis: Sidarto
Kode Jurnal: jptindustridd080003