PENERAPAN CELLULAR MANUFACTURING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA HEURISTIC SIMILARITY COEFICIENT UNTUK MEMINIMASI WAKTU SIKLUS DAN BIAYA MATERIAL HANDLING
ABSTRACT: Tata letak fasilitas
produksi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan manufaktur, karena
hubungannya sangat erat dengan material handling. Aktifitas material handling
akan mempengaruhi waktu siklus suatu produk dan biaya produksi. Adanya
faktor-faktor tersebut menjadikan persaingan manufaktur cenderung meningkat, di
samping pemicu lain yaitu meningkatkan keinginan konsumen yang berubah-ubah.
Akibat adanya perubahan kuantitas dan variasi produk, maka perlu strategi
manufaktur untuk menghadapi tantangan dan untuk memenangkan pasar pada masa
yang akan datang.
Perusda Pabrik Logam Batur merupakan perusahaan manufaktur dengan tipe
job shop. Tata letak fasilitas produksi pada perusahaan tersebut memerlukan
pembenahan dikarenakan adanya perubahan kuantitas dan variasi produk. Adapun
tata letak yang dimaksud adalah tata letak berdasarkan group technology. Cellular manufacturing system merupakan
penerapan dari group technology yang mengelompokkan part yang akan dibuat berdasarkan
kemiripan desain dan proses produksinya.
Metode yang digunakan adalah Single Linkage Clustering (SLC), Complete
Linkage Clustering (CLC) dan Average Linkage Clustering (ALC). Metode-metode
tersebut digunakan untuk mengelompokan part dan mesin ke dalam sel manufaktur.
Dengan adanya sel manufaktur diharapkan dapat mengurangi total jarak material
handling sehingga waktu siklus dan biaya material handling dapat dikurangi.
Metode yang terbaik yaitu Single Linkage Clustering (SLC) yang
mengelompokan 10 mesin dan 17 part ke dalam 3 sel manufaktur. Sel I terdiri
dari mesin 1, 10 dan part 5, 6, 7, 8, 3, 2, 4, 1, 12. Sel II teridiri dari
mesin 2, 5, 6, 7, 8 dan part 14, 15, 16,
17. Sel III terdiri dari mesin 3, 9, 4 dan part
10, 11, 9, 13. Relay out
berdasarkan pengelompokan di atas menghasilkan total pengurangan jarak material handling sebesar 71.48 meter/produk,
pengurangan waktu siklus sebesar 1.51 menit/produk, dan pengurangan biaya material handling sebesar Rp. 829.983,03/30produk
atau Rp 27.666,1/produk.
Kata kunci: Pengelompokan part-mesin dengan Cellular Manufacturing System (CMS), metode
Single Linkage Clustering (SLC), metode Complete Linkage Clustering
(CLC) dan metode Average Linkage Clustering (ALC)
Penulis: Imam Sodikin,
Winarni, Ngakan Jacky Prasatya
Kode Jurnal: jptindustridd080002