INTEGRASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING DALAM PEMILIHAN PEMASOK

ABSTRAK: Pemilihan pemasok menjadi pertimbangan penting untuk meningkatkan efisiensi bagian pengadaan bahan baku mengingat biaya material dapat mencapai 70% dari biaya produk. Pemilihan pemasok seringkali merupakan permasalahan multi kriteria yang melibatkan faktor kualitatif dan kuantitatif. UD Virgo Snack Bersinar merupakan perusahaan pembuat keripik buah-buahan yang berlokasi di Malang. Perusahaan sering mengalami kekurangan pasokan buah nangka yang mengganggu jalannya proses produksi, sehingga perlu dilakukan pemilihan pemasok buah nangka secara selektif dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan dan pengalokasian pesanan kepada supplier terpilih. Pada penelitian ini akan mengintegrasikan bobot pemasok dari hasil Analytic Hierarchy Process dengan model Preemptive Goal Programming untuk menentukan prioritas dan kuantitas pesanan kepada pemasok. Model diformulasikan untuk mencapai dua fungsi tujuan yaitu maksimasi total nilai pembelian dan minimasi total biaya pembelian serta mempertimbangkan batasan kapasitas pemasok dan pemenuhan kebutuhan buah nangka. Dari hasil running model goal programming diperoleh supplier dari Semarang akan memasok buah nangka sebanyak 7,5 ton pada periode November 2013 – Januari 2014 dan kekurangan pasokan untuk menutupi kebutuhan buah nangka dipasok oleh supplier dari Tajinan.
Kata kunci: buah nangka, pemasok, bobot pemasok, goal programming, analytic hierarchy process
Penulis: ANNISA KESY GARSIDE DAN MARTINA JUAN KRISTIANDY
Kode Jurnal: jptindustridd130239

Artikel Terkait :