ANALISIS PRIORITAS UPGRADING UNTUK REKOMENDASI PENINGKATAN KINERJA SISTIM MANUFAKTUR SECARA BERKELANJUTAN
ABSTRAK: Analisis prioritas
upgrading pertama dilakukan dengan membuat model aktivitas dengan IDEF0
(Integrated Definition Language 0) sampai aktivitas terkecil. Verifikasi
dilakukan dengan petugas lapangan, sedangkan validasi dilakukan dengan software
IDEF37. Dengan menganggap bahwa model aktivitas tersebut merupakan sebuah peta
aktivitas, maka langkah selanjutnya dilakukan pembobotan tingkat kepentingan
aktivitas yang ada. Setelah indikator kinerja tiap aktivitas tersebut
ditentukan, maka analisa selanjutnya dilakukan melalui perangkingan dan
pendefinisian aktivitas kritis untuk menentukan ICOM’s yang akan di-upgrade.
Dari data dan pengolahan yang dilakukan, terdapat 627 ICOM’s yang dianalisa
atas dasar indikator kinerjanya pada output tertentu. Selain itu, terdapat 15
tahap yang direkomendasikan untuk perbaikan kinerjanya, dengan asumsi dalam
satu tahap terdiri 30 ICOM’s yang diperbaiki kinerjanya dalam enam bulan. Prioritas
upgrading ICOM’s dimulai dari upgrading spesifikasi teknik, SDM, dan fasilitas,
pada aktivitas merencanakan program produksi. Namun, secara umum aktivitas
merencanakan program produksi dan aktivitas merencanakan material serta
kapasitas yang diinginkan merupakan aktivitas yang ICOM-nya paling sering
mengalami upgrading tahap I. Secara berkelanjutan peningkatan kinerja dapat
dilakukan dengan mengacu pada prioritas upgrading tahap II, III dan seterusnya.
Evaluasi upgrading perlu dilakukan setelah implementasi upgrading tahap 3. Hal
tersebut berguna untuk memutuskan apakah perlu melakukan upgrading tahap IV
atau melakukan analisis prioritas kembali.
Penulis: SLAMET BUDIARTO,
SUPARNO, DAN INDUNG SUDARSO
Kode Jurnal: jptindustridd120036