ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS DAN BENTUK KAMPUH PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP DISTORSI SUDUT DAN KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN BUTT-JOIN BAJA AISI 4140
ABSTRAC: Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui
pengaruh variasi arus
( 100, 110
dan 120 A) dan
bentuk kampuh (V,
U, dan X.)
terhadap kekuatan tarik,
struktur mikro, dan
distorsi pada pengelasan SMAW
baja karbon paduan rendah AISI 4140. Pengelasan dilakukan
dengan metode SMAW
dan menggunakan elektroda
E6013 yang memiliki diamter 3,2
mm serta benda
uji memiliki ketebalan
8 mm. Selanjutnya
dilakukan pengujian yang meliputi
uji tarik menggunakan
spesimen yang dibuat
menurut standar JIS Z 2201
(1968), uji kekerasan, uji
struktur mikru serta uji distorsi untuk masing-masing bentuk kampuh ( V , U,
dan X) Berdasarkan
hasil pengujian diperoleh
Nilai kekuatan tarik
yang tertinggi pada
pengelasan baja AISI 4140 ini
adalah hasil pengelasan pada kampuh U sebesar 35,9 kg/mm2 pada
variasi Arus 120 A, 35,2 kg/mm2 pada variasi arus 110 A dan 32,8
kg/mm2 pada variasi arus 100 A. Sedangkan nilai kekuatan tarik
terendah adalah pada jenis kampuh X pada yaitu sebesar 30,8 kg/mm2
pada variasi arus 100 A, 30,9
kg/mm2 dan 31,7 kg/mm2 pada
variasi arus 110
A. Nilai Distorsi
sudut terbesar terjadi pada jenis
kampuh V yaitu 5,3 pada variasi arus
120 A, 4,6 pada variasi arus 110 A dan 3,8 pada variasi
arus 120 A.
Sedangkan Nilai distorsi
terkecil terjadi pada
kampuh X yaitu
1,6 pada variasi arus 100
A, 1,83 pada
variasi 120 A dan 2,5 pada
variasi arus 110 A.
Besar heat input pengelasan
berpengaruh pada besar distorsi sudut yang terjadi dimana besar distorsi sudut terbesar terjadi
pada variasi Arus
120 A dengan
heat input sebesar
7,92 Kj/mm diikuti
dengan variasi arus 110 A
dengan nilai heat
input sebesar 7,26 Kj/
mm dan distorsi sudut terkecil
terjadi pada variasi arus 100 A dengan besar nilai heat input sebesar (
6,6 Kj/mm ).
Penulis: Saiful Huda, Joko
Waluyo,Teguh Fintoro
Kode Jurnal: jptindustridd130062