PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DALAM MERENCANAKAN KEGIATAN PEMELIHARAAN MESIN PRODUKSI PADA PABRIK “X”
Abstrak: Sistem produksi
dalam sebuah perusahaan
akan berjalan dengan
baik apabila didukung beberapa
aspek, salah satunya
adalah kegiatan pemeliharaan terhadap fasilitas
kerja yang ada
dalam sistem tersebut. Pemeliharaan seringkali dikaitkan dengan reparasi mesin
dan peralatan yang mengalami kerusakan, tetapi tujuan dari pemeliharaan yang
paling prinsip adalah untuk mempertahankan mesin dan peralatan
dapat beroperasi dengan
baik dan mencegah
terjadinya kerusakan. pemeliharaan yang efektif
adalah untuk mempertahankan
sistem operasi/produksi beroperasi pada
kondisi yang optimum,
artinya bahwa pemeliharaan
dapat memberikan kepuasan terhadap
permintaan yang diekspektasikan pada
ongkos yang minimum. Pada
Pabrik “X” masih
ditemukan terjadinya kerusakan
mesin sebelum interval pemeliharaan
yang dijadwalkan perusahaan.
Adapun fokus dari penelitian ini yaitu pada Granulator
Machine dan Screen Machine yang ada pada mechanical produksi. Sedangkan metode
yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode
RCM yang bertujuan
untuk mendapatkan aktivitas
pemeliharaan yang optimal apabila
ditinjau dari segi
minimasi biaya. Pada
metode RCM ini meliputi
analisa kualitatif yaitu
dengan FMEA dan
Decission Diagram untuk menentukan jenis
kegiatan pemeliharaan yang
optimal, dan analisa
kuantitatif untuk menentukan interval
kegiatan pemeliharaan. Dari hasil penelitian yang diperoleh untuk
analisa kualitatif menunjukan
bahwa dari 10
komponen yang menyusun mesin
granulator dan mesin
screen, terdapat 6
komponen yang memungkinkan
untuk dilakukan jenis
pemeliharaan scheduled restoration
task, sedangkan 4 komponen
sisanya menggunakan jenis
pemeliharaan scheduled on condition task dan ada default action
yaitu dengan redesign pada jangka panjang.
Adapun dari analisa
kualitatif menujukkan bahwa
dengan adanya interval pemeliharaan optimal dapat mereduksi
biaya pemeliharaan pada 10 komponen yang diteliti, jika
dibandingkan dengan interval
pemeliharaan sebelumnya penurunan biaya pemeliharaan
terbesar terjadi pada
komponen rabber panel pada
mesin granulator yaitu sebesar 23%. Dengan interval pemeliharaan optimal
2.215,14 jam operasi dimana pada awalnya memiliki pemeliharaan setiap 3.600 jam
operasi. Pada urutan kedua, terjadi pada komponen bearing 2222C pada mesin
granulator, yang diikuti oleh komponen line hose NH3 dan over size
screen.
Kata kunci: Reliability Centered
Maintenance (RCM), FMEA, RCM
Decission Diagram, interval pemeliharaan optimal
Penulis: Ida Bagus Suardika
Kode Jurnal: jptmesindd090122