ANALISA KERUSAKAN PATAH CAMSHAFT PADA MESIN KENDARAAN BERMOTOR

ABSTRAK: Penggunaan  baja  salah  satunya  adalah  dibidang  proses  produksi,  seperti pembuatan poros nok atau camshaft, proses pembentukan, dan konstruksi lainnya. Pemilihan material camshaft tergantung dari penggunaan atau aplikasi yang akan dibebankan  pada konstruksi camshaft tersebut.  Pemilihan  material  yang  tepat sangat  menunjang  hasil  yang  baik,  secara  umum  baja  yang  sesuai  adalah  baja dengan unsur baja karbon sedang.
Bentuk  patahan  camshaft  berbentuk  patah  getas.  Pernyataan  tersebut dipekuat oleh bentuk penampang patahan yang rata dan mendatar. Patahan yang rata dan mendatar disebabkan karena pergeseran atara sruktur logam.
Bagian luar poros pada daerah yang tidak mendapat perlakuan pemesinan, kekerasannya 41,5 HRc lebih rendah dibandingkan dengan kekerasan pada daerah poros yang berhubungan dengan bantalan 44 HRc. Kekerasan pada daerah patahan kalau  diukur  dari  daerah  yang  medekati  lingkaran  luar  poros  lebih  keras dibandingkan  dengan inti poros  dan  rata-rata  kekerasan daerah patah  sebesar  38 HRc. Pada poros yang patah atau rusak penyebaran kekerasan tidak merata. Pada daerah patahan camshaft setelah diukur kekerasannya ternyata semakin kedaerah inti  poros  kekerasannya  semakin  kecil.  Dengan  demikian  ketangguhan camshaft tidak  mampu  mengatasi  momen  puntir  yang  terjadi  akibat  pemberhentian  secara mendadak karena adanya  kesalahan  pada sistem penggerak, akibatnya  camshaft patah
Kunci: camshaft, patahan, operasional, pengujian, kegagalan
Penulis: Sugiyanto, Eko Edy Susanto
Kode Jurnal: jptmesindd090121

Artikel Terkait :