KINERJA MESIN DIESEL AKIBAT PEMASANGAN THERMOSTAT PADA NANCHANG TYPE 2105A – 3
Abstract: Mesin Diesel adalah
sejenis mesin pembakaran dalam. Untuk mempertahankan agar temperatur mesin
selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Umumnya
temperatur kerja mesin antara 82 sampai 99° C. Maka perlunya pemasangan
thermostat pada mesin. Thermostat merupakan alat bantu pengatur sirkulasi air
di sistem pendinginan dan dirancang untuk mempertahankan temperatur cairan
pendingin, disamping itu kerja mesin menjadi lebih maksimum. Jadi penelitian
ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh thermostat pada mesin diesel Nanchang
2105 A-3 sehingga dapat diketahui apakah dengan pemasangan thermostat dapat
mempengaruhi prestasi mesin diesel dalam hal konsumsi bahan bakar, daya mesin
dan efisiensi termalnya. Hasil penelitian terhadap prestasi mesin dengan
thermostat dan tanpa thermostat dalam percobaan ini adalah pada putaran 1022
rpm untuk mesin tanpa thermostat, menunjukkan konsumsi bahan bakar spesifik
0,063 kg/Hp.jam, dan menghasilkan daya mesin 20,379 Hp, serta efisiensi thermal
0,254 sedangkan untuk mesin dengan thermostat pada putaran 1.022 rpm,
menunjukkan konsumsi bahan bakar spesifik 0,0624 kg/Hp.jam, dan menghasilkan
daya mesin 20,511 Hp, serta efisiensi thermal 0,257. Perbedaan persentase
diantara keduanya adalah konsumsi bahan bakar spesifik 0,97%, daya mesin 0,64%,
dan efisiensi thermal 0,64%. Hal ini disebabkan karena pada mesin Nanchang
dengan thermostat, emisi gas buangnya yang ditimbulkan minimum.
Penulis: Abdul Latief Had, Eko
Haryono
Kode Jurnal: jptmesindd120146