KINERJA JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN LAUT NASIONAL DALAM MENDUKUNG KETERHUBUNGAN ANTAR KORIDOR EKONOMI DI WILAYAH TIMUR INDONESIA
Abstract: Koridor Sulawesi
merupakan pulau yang strategis yang terdiri atas enam wilayah propinsi yaitu
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara, dan Sulawesi Barat. Dari aspek konektivitas, wilayah Propinsi
Sulawesi Selatan dan Propinsi Sulawesi Utara mempunyai peran sebagai pusat
perdagangan dan industri pengolahan di Kawasan Timur Indonesia. Kedua propinsi
tersebut selain sebagai pusat perdagangan bagi propinsi lainnya dalam wilayah
Koridor Sulawesi juga berfungsi sebagai penghubung antara koridor Maluku -
Papua dengan koridor Kalimantan serta koridor Jawa dan Bali - Nusa Tenggara.
Wilayah layanan jaringan trayek tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri
untuk muatan peti kemas pada koridor Sulawesi berdasarkan Keputusan Dirjen
Perhubungan Laut Nomor: AL.59/1/9-02 mencakup 5 wilayah propinsi dan 5 wilayah
kabupaten/kota yang dilayani oleh 13 jaringan trayek yang menyinggahi 5
pelabuhan. Sebagai salah satu koridor ekonomi yang telah ditetapkan dalam
MP3EI, maka koridor ekonomi Sulawesi dengan potensi-potensi yang dimiliki dan
kelemahan-kelemahan yang ada saat ini memerlukan suatu konsep konektivitas
intra koridor yang mampu mendukung penguatan konektivitas nasional.
Penulis: A. St. Chairunnisa
Kode Jurnal: jptmesindd120147