PENGGUNAAN STIMULATOR DALAM PENENTUAN TAHANAN KAPAL MELALUI UJI MODEL
Abstract: Beberapa penelitian
terdahulu telah dilakukan pengujian model kapal di towing tank dimana model
yang digunakan tanpa dilengkapi stimulator di haluan kapal. Secara umum
prosedur dalam melakukan uji model kapal, dan dalam memperkirakan tahanan kapal
yang sebenarnya berdasarkan hasil percobaan, diasumsikan bahwa model tersebut
berada dalam aliran yang sepenuhnya turbulen. Karena itu saat percobaan harus
benar-benar diusahakan agar bentuk aliran air di towing tank adalah turbulen.
Jadi dalam pengujian model kapal perlu dilengkapi dengan stimulator yang dipasang
di haluan kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui besar
tahanan kapal pada percobaan model kapal dengan menggunakan stimulator pada
model dengan bulbous bow dan tanpa bulbous bow, dan mengetahui besar daya
efektif yang dibutuhkan oleh kapal antara model yang menggunakan stimulator dan
tanpa stimulator. Metode yang digunakan adalah penentuan tahanan kapal melalui
percobaan model di towing tank, dengan menggunakan model dengan bulbous bow dan
tanpa bulbous bow yang masing-masing dilengkapi dengan stimulator. dan
membandingkannya dengan hasil penelitian terdahulu dengan menggunakan model
yang sama tanpa stimulator. Adapun hasilnya adalah perbandingan tahanan pada
percobaan model tanpa bulbous bow, untuk model yang menggunakan stimulator rata-rata
lebih besar 34% dari model tanpa stimulator, sedang model dengan bulbous bow
pada percobaan dengan stimulator rata-rata lebih besar 28%. Daya efektif kapal
untuk percobaan model bulbous bow dengan stimulator rata-rata lebih besar 34%
jika dibandingkan dengan model bow tanpa stimulator, sedangkan daya efektif
kapal untuk model tanpa bulbous bow pada percobaan model dengan stimulator
lebih besar 37% dari percobaan tanpa stimulator.
Penulis: Rosmani, Lukman
Bochary
Kode Jurnal: jptmesindd120145