KARAKTERISASI PROSES PEMBUATAN AXLE BOTTOM BRACKET THREE PIECES PADA SEPEDA
ABSTRACT: Dengan berkembangnya
olah raga dalam bersepeda menuntut para pengguna untuk mengganti komponen dari
sepeda yang telah rusak. Salah satu komponen yang sering kali diganti dalam
penggunaannya yaitu poros dari engkol sepeda. Sehingga salah satu komponen penting
dalam sistem penggerak sepeda ini dijadikan komponen utama dalam sepeda. Yaitu
axle bottom bracket adalah poros yang menghubungkan kedua engkol pada sepeda
sehingga dapat berputar secara bebas. Untuk itu penulis melakukan penelitian
dan analisa.
Pengujian yang dilakukan adalah pengujian komposisi kimia, pengujian
kekerasan mikro vickers dan pengujian mikrografi. Pengujian komposisi kimia
bertujuan untuk mengetahui elemen elemen penyusun dari material, pengujian
kekerasan mikro Vickers bertujuan untuk mengetahui kekerasan dan kekuatan
bahan. Pengujian mikrografi bertujuan untuk dapat mengetahui struktur dari
suatu logam dengan memperjelas batas-batas butir logam.Setelah mendapatkan
hasil dari pengujian kemudian dilakukan analisa hasil pengujian.
Berdasarkan uji komposisi kimia untuk axle cotter termasuk dalam baja SAE
1020 mempunyai kandungan karbon (C) antara (0.18-0.23)% dan untuk axle nut
termasuk dalam baja SAE 1023 mempunyai kandungan karbon(C) antara
(0.22-0.0.28)% pada axle bolt termasuk dalam baja SAE 1527 mempunyai kandungan
karbon (C) antara (0.22-0.29)%. Menurut tabel metal handbook nilai kekerasan
steel 1020 sebesar 121 HB (123.3 HV). Untuk steel 1023 sebesar 116 HB (128 HV)
untuk steel 1527 sebesar 149 HB (153.3 HV) hal ini terjadi karena adanya proses
carburizing waktu pembuatannya. Berdasarkan uji struktur mikro fasa pada axle
bolt dan axle nut yaitu martensite dan axle cotter fasanya ferit dan perlit
sehingga berdasarkan dari beberapa pengujian standar yang dilakukan
karakteristik ketiga material axle tersebut dapat menahan beban yang diterima.
Penulis: SRI NUGROHO, ARYO
ARYO
Kode Jurnal: jptmesindd120074