KAJI EKSPERIMENTAL RUNNING-IN PADA KONTAK ROLLING-SLIDING PASANGAN MATERIAL ALUMINIUM DENGAN BAJA S45C
ABSTRACT: Keausan yang terjadi
pada komponen di sistem permesinan dapat mengakibatkan penurunan kemampuan
kerja komponen tersebut (kegagalan kerja komponen). Banyak penyebab yang
menimbulkan terjadinya keausan diantaranya adalah kualitas material, kondisi pelumasan,
perlakuan pengoperasian komponen terutama pada saat pertama kali komponen
permesinan berkontak (running-in) dan lain sebagainnya. Berbagai cara untuk
mendeteksi fenomena keausan yang terjadi pada komponen terutama yang berkontak
dan bergerak, salah satunya adalah melalui eksperimen. Salah satu parameter
untuk mendeteksi adanya gejala keausan adalah perubahan nilai koefisien gesek
yang terjadi ketika komponen berkontak dan bergerak. Penelitian ini membahas
pengaruh penerapan nilai sr yang berbeda terhadap perubahan nilai koefisien
gesek pada fase running-in pada material aluminium dan baja S45C. Peralatan
yang digunakan dalam eksperimen ini menggunakan alat uji two disc tribometer.
kondisi standar eksperimen nilai slip-roll ratio (sr) 0%, 40%,80% dan 100%,
beban tekan 4 kg serta kondisi pelumasan menggunakan minyak pelumas dengan SAE
15W-40. Dimensi benda uji masing-masing disc berdiameter 50 mm, benda uji
dengan material aluminium permukaan singgungnya dibuat rata dan pada spesimen
dengan material baja S45C dibuat radius dengan jari-jari 5 mm, sedangkan waktu
eksperimen adalah selama 60 detik dan setiap 10 detik dilakukan pengukuran
kekasaran permukaan pada spesimen yang rata. Hasil eksperimen memperlihatkan
perubahan nilai koefisien gesek mempunyai tren menurun seiring waktu running-in
yang terus berjalan, perubahan ini diakibatkan beberapa puncak asperiti mulai
terpangkas dan jumlah asperiti yang terdeformasi mulai berkurang, kemudian
nilai koefisien gesek mulai bergerak turun dan mencapai kondisi rata inilah
kondisi steady state karena pada kondisi ini energi yang dikeluarkan untuk
melawan gaya gesek yang terjadi relatif lebih sedikit dibanding diawal gerakan
dan berkontak. Nilai kekasaran permukaan spesimen juga mengalami perubahan dan
hampir semua penurunan nilai kekasaran terjadi pada setiap penerapan nilai sr
yang berbeda dan perubahannya menurun sampai kondisi steady state tercapai.
Penulis: NANA SUPRIYANA,
PETRUS LONDA, TAUFIQ HIDAYAT, JAMARI, SRI NUGROHO
Kode Jurnal: jptmesindd130161