ANALISIS DINAMIK RIWAYAT WAKTU GEDUNG BETON BERTULANG AKIBAT GEMPA UTAMA DAN GEMPA SUSULAN

ABSTRAK: Salah satu penyebab adanya kegagalan  struktur bangunan gedung di daerah yang berisiko mengalami gempa adalah beban horizontal (lateral) pada struktur. Struktur bangunan gedung dapat mengalami kerusakan akibat gempa utama dan diperparah dengan adanya gempa susulan pada struktur yang berkurang kekuatannya akibat mengalami kondisi inelastik setelah gempa utama.Tujuan penulisan ini aladah untuk mempelajari analsisi statik ekuivalen dan analisis dinamik riwayat waktu serta mempelajari perilaku gedung akibat adanya gempa utama dan susulan dengan menggunakan metode analisis dinamik riwayat waktu dan pembahasannya meliputi perbandingan gaya geser dasar,  roof displacement, story drift, kinerja batas layan dan ultimit.  Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa apabila faktor skala intensitas gempa berdasarkan SNI 1726-2002 diterapkan, maka gaya geser dasar, perpindahan atap dan simpangan antar tingkat hasil analisis dinamik riwayat waktu akan lebih kecil dibandingkan analisis statik,  hal ini terjadi karena dalam perhitungan  faktor skala percepatan puncak riwayat waktu yang digunakan adalah nilai maksimumnya, sehingga apabila diskalakan terhadap wilayah gempa 4 tanah keras di Indonesia dengan kondisi  T =  1,5058,kurva respon spektrum gempa masukan akan lebih kecil dibanding statik. Metode C lebih konservatif dikarenakan dalam rentang  T  = 0 - 0,5 detik, respon spektrum percepatan gempa masukan dihitung berdasarkan model statistik (rata-rata). Dengan metode riwayat waktu juga didapatkan kesimpulan bahwa gedung yang dianalisis mampu menahan percepatan gempa Chi-chi sebesar 2,4 kali skala asli, gempa El Centro 6,4 kali skala asli, gempa Friuli 6,8 kali skala asli dan gempa Sakaria 2,8 kali skala asli. Analisis riwayat waktu dapat dimanfaatkan untuk mengetahui gaya geser dasar gedung, peralihan atap dan simpangan antar tingkat bila diterapkan tinjauan gempa tertentu, serta mampu mengetahui kemampuan gedung yang sebenarnya bila dikenai gempa utama maupun gempa susulan yang besarnya beberapa kali lipat lebih kecil maupun lebih besar dengan memodifikasi faktor skalanya.
Kata-kata kunci: Gedung beton bertulang, gempa utama, gempa susulan,  analisis dinamik riwayat waktu, analisis static
Penulis: Nessa Valiantine Diredja, Yosafat Aji Pranata, dan Ronald Simatupang
Kode Jurnal: jptsipildd120112

Artikel Terkait :